News

Ditpolairud Polda Malut Tangkap Nelayan Pelaku Bom Ikan di Halmahera Selatan

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara mengamankan seorang nelayan berinisial ALA (40), karena kedapatan menangkap ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan).

ALA ditangkap di perairan Desa Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan.

Direktur Ditpolairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Azhari Juanda, melalui Kasubdit Gakkum Kompol Riki Arinanda menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang beredar di media sosial pada Kamis, 31 Juli 2025, sekitar pukul 21.00 WIT. Laporan tersebut menyebutkan adanya aktivitas pengeboman ikan di wilayah perairan desa tersebut.

“Menindaklanjuti informasi itu, personel Marnit Bacan langsung melakukan patroli pada Jumat pagi, sekitar pukul 10.00 WIT. Tim menemukan sebuah perahu longboat mencurigakan di perairan Desa Wayatim dan langsung melakukan pengejaran,” ungkap Kompol Riki, Jumat, 1 Agustus 2025.

Dalam pengejaran tersebut, pelaku sempat mencoba melarikan diri. Namun, setelah petugas melepaskan tiga kali tembakan peringatan, pelaku akhirnya menghentikan laju perahunya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan secara ilegal. Pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Markas Unit Ditpolairud Bacan. “Sekitar pukul 12.01 WIT, tim tiba di markas dalam kondisi aman dan terkendali,” ujarnya.

Kompol Riki menegaskan bahwa praktik destructive fishing sangat merusak ekosistem laut dan merupakan pelanggaran hukum serius. Ia juga mengimbau masyarakat pesisir agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan yang melanggar hukum.

“Penegakan hukum di wilayah perairan akan terus kami tingkatkan demi menjaga kelestarian sumber daya laut Maluku Utara,” tegasnya.

Pelaku yang diamankan diketahui berasal dari Desa Pigaraja. Barang bukti yang disita, antara lain 1 unit perahu dengan mesin tempel 15 PK, 1 unit kompresor beserta selang sepanjang 30 meter.

Kemudian, Masker selam dan sepatu katak, 6 botol bahan peledak siap pakai (3 besar, 3 kecil), bahan perakit bom ikan: sumbu, baygon, belerang, korek api, 1 ikat pemberat, 15 kg ikan jenis kembung, dann 1 buah panah ikan.

redaksi

Recent Posts

DPRD Minta Bupati Taliabu tidak Melantik Tiga Pejabat Baznas yang Bermasalah

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu, Maluku Utara, Budiman L Mayabubun…

4 jam ago

Seluruh OPD Taliabu Resmi Ikut Retret

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara resmi melakukan kegiatan retret bagi Aparatur Sipil Negara…

5 jam ago

Sangaji Bicoli Perkuat Struktur Adat untuk Jaga Ruang Hidup

Sangaji Bicoli, Samaun Seba, menggelar rangkaian agenda monitoring dan silaturahmi di Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten…

5 jam ago

Hasby Yusuf Donasikan Al-Quran dan Iqra di Pulau Taliabu

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan (Dapil) Maluku Utara, Hasby Yusuf…

7 jam ago

Di Riuh Pasar Gamalama, Keluarga Kecil Itu Menanti Rumah Layak

Bau amis dari ampas ikan bercampur aroma sampah menyengat di pojok Pasar Gamalama, Ternate, Rabu,…

7 jam ago

Deretan Karier Kajati Robertthus: Pernah Jadi Asintel DKI dan Dua Kali Wakajati

Tongkat komando Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kini berada di tangan Robertthus Melchisedeck Tacoy. Ia…

1 hari ago