News

Eks Bendahara Desa Wai Ipa Jadi Buron, Polisi Lanjutkan Usut Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, kembali melanjutkan penyidikan dugaan korupsi dana desa (DD) di Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana. Dalam kasus ini, mantan bendahara desa yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih berstatus buronan.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sula AKP Wawan Lauwanto mengatakan, penyidik terus memburu tersangka yang melarikan diri sehingga proses hukum belum dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Kami kembali membuka penanganan dugaan kasus korupsi Dana Desa Wai Ipa. Penyidik tidak akan membiarkan perkara ini mengendap,” kata Wawan kepada cermat, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Wawan, tersangka telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Karena itu, penyidik masih melakukan pencarian untuk segera membawa yang bersangkutan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2018 senilai Rp400 juta. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk membangun gedung serbaguna, dua unit MCK, dan satu unit sumur. Namun, proyek tersebut diduga tidak pernah direalisasikan sehingga menimbulkan kerugian negara.

Selain perkara Desa Wai Ipa, Polres Kepulauan Sula juga tengah menangani sejumlah dugaan korupsi dana desa di wilayah lain. Meski demikian, proses penyidikan belum dapat ditingkatkan karena penyidik masih menunggu hasil audit dari Inspektorat.

“Ada beberapa dugaan kasus korupsi di sejumlah desa yang sudah kami tangani. Kami berharap Inspektorat segera menyelesaikan hasil audit agar proses hukumnya bisa kami lanjutkan,” ujar Wawan.

Ia mengakui, keterlambatan hasil audit masih menjadi kendala utama dalam penanganan perkara korupsi dana desa di Kepulauan Sula.

“Saat ini kami masih menunggu hasil audit Inspektorat untuk beberapa perkara lainnya,” kata Wawan.

redaksi

Recent Posts

Ada 1.692 Anak Tidak Sekolah di Pulau Taliabu

Pemerintah mencatat, terdapat sebanyak 1.692 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Pulau Taliabu, Maluku Utara setelah…

5 jam ago

Kebudayaan Lokal, Fondasi Pembangunan Halmahera Tengah: Saatnya Masuk Muatan Lokal

Oleh: AGUS HI JAMAL Halmahera Tengah memiliki kekayaan kebudayaan lokal yang tidak hanya berupa benda…

6 jam ago

Cerebrum-Cerebellum!

Waktu itu, aku sedang menertawakan mereka yang sedang menertawakan sesuatu. Bulan terik berkilau menyusuri celah-celah…

6 jam ago

DLH Morotai Olah Limbah Pasar Jadi Kompos

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Maluku Utara mulai mengolah sampah organik dari pasar menjadi…

6 jam ago

Fitrawan Popa Jabat Camat Morselbar, Rio Pawane Minta Perkuat Pelayanan Warga

Muhammad Fitrawan Popa resmi menjabat sebagai Camat Morotai Selatan Barat (Morselbar) menggantikan Syamsul Bachri Y.…

6 jam ago

Jarak Pandang di Morotai Menurun akibat Kabut Asap, Nelayan Diminta Ekstra Hati-hati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul…

18 jam ago