News

Heboh Ompreng MBG di Morotai Dibawa Pulang ke Rumah

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Kecamatan Morotai Utara, Pulau Morotai, Maluku Utara menuai sorotan, usai sejumlah warga menduga makanan yang seharusnya didistribusikan kepada siswa penerima manfaat justru dibawa pulang oleh oknum pengelola program.

Dugaan tersebut diungkapkan oleh LM, salah seorang warga Morotai Utara. Ia mengaku menerima berbagai laporan dari masyarakat dan pihak sekolah terkait distribusi MBG yang dinilai belum menjangkau seluruh sekolah di wilayah tersebut.

Menurut LM, masih ada sejumlah sekolah yang hingga kini belum pernah menerima bantuan makanan bergizi dari program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut.

“Soalnya banyak sekolah yang tidak dapat MBG, baru mereka (oknum pengelola) bawa pulang ke rumah,” kata LM kepada cermat, Minggu, 7 Juni 2026.

Ia bilang, dugaan tersebut sempat mencuat di media sosial setelah beredar foto yang memperlihatkan sejumlah ompreng makanan MBG berada di depan salah satu rumah pekerja program. Namun kata dia, unggahan tersebut dikabarkan tidak bertahan lama karena segera dihapus setelah mendapat teguran.

LM menyebut, oknum yang diduga membawa pulang makanan tersebut merupakan petugas pengantar MBG yang berdomisili di Desa Tanjung Saleh. Ia menilai tindakan itu tidak seharusnya terjadi, mengingat masih banyak siswa di sekolah lain yang belum menikmati program tersebut.

“Kalau memang sekolah yang sudah terdaftar itu sedang libur, seharusnya bisa dialihkan ke sekolah lain yang membutuhkan. Tidak perlu dibawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Kata dia, dugaan membawa pulang makanan itu sempat terlihat pada Senin, 25 Mei 2026. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, aktivitas serupa diduga berlangsung lebih dari sekali.

“Ada info lagi bahwa oknum pekerja tersebut hampir setiap hari membawa pulang puluhan ompreng ke rumah. Laporan ini kami terima langsung dari guru SD Muhammadiyah,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pelaksanaan program MBG di Morotai Utara yang dinilai belum berjalan maksimal. Pasalnya, kapasitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut mencapai lebih dari seribu ompreng dan ditargetkan meningkat hingga 3.000 ompreng pada bulan ini.

Meski demikian, kata LM, realisasi distribusi di lapangan justru menimbulkan pertanyaan karena masih terdapat sekolah yang belum menerima makanan bergizi tersebut.

Selain itu, ia mengaku menemukan bangunan SPPG yang belum memasang papan nama resmi. Kondisi tersebut semakin memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai pengelolaan program MBG di wilayah Morotai Utara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Program MBG di Morotai Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kejadian tersebut.

redaksi

Recent Posts

Dilema Generasi dan Hak Sehat yang Terampas di Bumi Fagogoru (2)

Oleh: Lukman Harun Tulisan ini merupakan lanjutan dari serial perspektif sebelumnya yang dapat dibaca di sini.…

16 menit ago

Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Dikecam Organisasi Pers, Didesak Minta Maaf

Sejumlah organisasi pers dan jurnalis mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ucapan Presiden Prabowo Subianto yang…

1 hari ago

NHM-TNI Lanjutkan Program Stunting di Lima Kecamatan

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Departemen NHM Peduli kembali memperkuat komitmen sosialnya dengan melaksanakan…

1 hari ago

130 Warga Terbantu Ambulans Gratis NHM

Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui program…

1 hari ago

Era Baru Kebangkitan Persiter Ternate

Pemerintah Kota Ternate mulai membuka jalan baru bagi kebangkitan Persiter Ternate. Klub kebanggaan masyarakat Ternate…

2 hari ago

Bupati Taliabu Pastikan Dicabutnya Status 3T Tak Hambat Program Pembangunan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, optimistis berbagai program prioritas pemerintah pusat tetap dapat…

2 hari ago