Categories: News

Inspektorat Diminta Audit Uji Petik Anggaran Rp 1,5 M Jalan Tani di Morotai

Inspektorat Daerah Pulau Morotai, Maluku Utara, diminta melakukan audit uji petik terhadap realisasi anggaran pembangunan jalan tani sebesar Rp1,5 miliar yang dinilai tidak sebanding dengan hasil pekerjaan dilapangan.

Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Morotai, M Djohor Boleu, yang menilai capaian pembangunan jalan tani jauh dari target berdasarkan besaran anggaran yang dialokasikan.

“Anggaran jalan tani sebesar 1,5 miliar seharusnya bisa menghasilkan 15 sampai 16 kilometer. Namun sampai Desember kemarin, hanya 9 kilometer. Ini jelas tidak berbanding lurus dengan pengakuan Kepala Dinas PUPR saat rapat Komisi III,” kata Djohor, Sabtu, 3 Januari 2025.

Ia bilang, kondisi tersebut bertolak belakang dengan komitmen Bupati Morotai, Rusli Sibua, yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Komitmen Bupati menjadikan Morotai sebagai leading sektor tidak mampu ditapsirkan dengan baik oleh OPD terkait dalam menjaga dan menjalankan komitmen tersebut,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kinerja Dinas PUPR yang dinilai belum maksimal dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Padahal, Dinas tersebut menguasai berbagai aset penunjang pekerjaan seperti alat berat dan truk.

“Seharusnya Dinas PUPR bisa membangun lebih dari ketentuan komitmen anggaran, karena banyak aset alat berat dan truk berada dibawah kendali mereka,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, lemahnya perencanaan menjadi faktor utama rendahnya progres pembangunan. Djohor bilang, ketidakkonsistenan titik pekerjaan menunjukan tidak ada rencana kerja yang matang sejak awal.

“Dinas ini tidak memiliki perencanaan kerja yang solid. Hal itu terlihat dari titik perencanaan yang berubah-ubah, padahal perencanaan harus disiapkan jauh sebelum anggaran ditetapkan,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya masih dapat memahami jika target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak tercapai, selama pekerjaan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat dapat dimaksimalkan.

“Rakyat bisa memaklumi target PAD yang tidak tercapai karena berharap pekerjaan jalan tani bisa optimal. Tapi faktanya dilapangan tidak demikian. Target PAD kecil, namun progres pekerjaan jalan tani justru lebih memprihatinkan,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Pemkab Haltim dan Komisi III DPRD Konsultasi ke BPKP Malut, Bahas Hasil Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) bersama Komisi III DPRD melakukan kunjungan kerja ke BPKP Perwakilan…

1 jam ago

Bantah Tuduhan KDRT hingga Aborsi, Oknum Anggota Polres Halteng Tuding Istri Berselingkuh

Oknum anggota Polres Halmahera Tengah (Halteng) berinisial ZFW alias Bripda Zul akhirnya angkat bicara menanggapi…

2 jam ago

Kapolda Malut Rotasi 215 Perwira, Puluhan Lulusan Dikbang Polri Isi Jabatan Strategis

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan mutasi terhadap…

13 jam ago

Pergi Memanah Ikan, Warga Ternate Ditemukan Meninggal di Kedalaman 27 Meter

Seorang warga Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia setelah…

16 jam ago

Dua Proyek Infrastruktur Rp2,2 Miliar di Taliabu Mulai Dilelang

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mulai melelang dua paket…

1 hari ago

Banyak Usaha Perikanan di Taliabu Belum Berizin, DKP Enggan Menanggapi

Temuan banyaknya pelaku usaha perikanan yang belum mengantongi izin di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara,…

1 hari ago