News

Kegigihan Warga Bobo di Pulau Obi Menolak Tambang Nikel PT Intim Mining Sentosa

Rencana PT Intim Mining Sentosa (IMS) melakukan aktivitas penambangan nikel di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, terus mendapat penolakan dari warga.

Bagi warga, menolak kehadiran PT IMS adalah cara ampuh agar kampung mereka terhindar dari berbagai macam konflik hingga dampak lingkungan.

“Kita harus menghindari konflik agraria, konflik sosial, maupun dampak lingkungan,” kata Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Obi, Pendeta Esrom Lakoruhut pada awal Februari 2025.

Esrom menegaskan, penolakan terhadap PT. IMS bukan tanpa alasan. Sebab, ada kekhawatiran atas dampak yang ditimbulkan, terutama aspek lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat di masa depan. “Sehingga kami harus menolak perusahaan tambang yang tidak menjalankan prosedur dengan benar,” ungkapnya.

Bagi Esrom, kehadiran perusahaan tambang nikel di Desa Bobo tidak menjamin kesejahteraan masyarakat di kemudian hari. Justru sebaliknya, keberadaan perusahaan berpotensi memperburuk kondisi sosial dan ekonomi warga setempat.

“Di berbagai tempat, dampak negatif perusahaan tambang lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kecil. Sedangkan yang diuntungkan hanyalah segelintir orang. Sementara, petani dan nelayan yang tidak memiliki akses justru mengalami kesulitan dan penderitaan,” terang Pendeta Esrom.

Berdasarkan informasi yang diperoleh cermat, PT IMS memperoleh izin peningkatan eksplorasi menjadi produksi berdasarkan keputusan Bupati Muhammad Kasuba pada tahun 2011. Luas konsesi untuk PT IMS mencapai 3.185 hektar di Desa Bobo.

Menyadari hal itu, warga Desa Bobo kemudian mendatangi site tambang PT IMS yang berada di kawasan hutan pada Selasa, 11 Februari 2025. Warga mendesak perusahaan meninggalkan lokasi. Mereka khawatir, kehadiran tambang akan menghancurkan perkebunan warga seperti kelapa, pala, dan cengkih.

“Karena selama ini, semua komoditas itu menjadi sumber utama penghasilan warga Desa Bobo,” ujar Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Maluku Utara, Julfikar Sangaji kepada cermat, Jumat, 14 Maret 2025.

Simpul JATAM Malut, kata Julfikar, pada prinsipnya mendukung penuh perjuangan warga Desa Bobo yang terus berupaya menjaga dan mempertahankan seluruh infrastruktur ekologi. Termasuk kampung mereka dari marabahaya operasi tambang nikel PT IMS.

“Karena apa yang dilakukan oleh warga itu, tentu didasari dengan alasan yang jelas, bahwa semata demi melindungi sumber penghidupan serta ruang produksi mereka yang terancam rusak jika mereka membiarkan PT IMS leluasa beroperasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Julfikar mengungkapkan, dalam susunan direksi perusahaan, menjabat sebagai Direktur Utama PT IMS adalah Sandes Tambun. Kemudian menjabat sebagai direktur yaitu Jefri K Siahaan, Huang Zhenyan, serta Suwarti sebagai komisaris.

—–

Penulis: Olis 

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

12 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

13 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

15 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

16 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

16 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

19 jam ago