News

Kerja Sama Buku Suba Institute, Pemkot Ternate Kembangkan Riset Budaya Takbenda

Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, tengah menaruh perhatian serius pada budaya tak benda milik kota Ternate. Sebab itu, pada Jumat (22/10) Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman pun melakukan MoU dengan Buku Suba Institute Maluku Utara, bakal menjadi wadah riset untuk budaya tak benda di Kota Ternate.

“Jadi kami (Pemerintah Kota Ternate), telah MoU dengan Buku Suba Institute, terkait dengan budaya tak benda. Jadi nanti riset-riset soal budaya tak benda milik Kota Ternate, akan dilakukan kerjasama semua oleh Buka Suba Institute,” ucap Kabag Kerjasama Setda Kota Ternate, Chairul M Jen, Jumat (22/10).

Ia bilang, Wali Kota Ternate hanya melakukan kesepakatan, sisanya kewenangan berada di Dinas Kebudayaan dan Bappelitbangda terkait dengan riset-riset budaya tak benda Kota Ternate.

“Alhamdulillah kita juga sempat diberikan sertifikat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, salah satunya Kololi Kie dalam MoU yang berlangsung itu,” ujarnya.

Plt Kepala Bapelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, soal kebudayaan Ternate maupun pelestarian Cagar Budaya memang sudah dimatangkan dalam konsep RPJMD.  Hal ini harus ada implementasi dalam setiap kebijakan maupun program, salah satunya keberpihakan mendorong Buku Suba Institute, untuk berkaborasi, bergandeng tangan pemerintah untuk kerjasama dalam risit budaya tak benda.

“Semangat bersama adalah bagimana melestarikan Ternate ini, dari budaya tak benda tersebut. Sebab, seiring perkembangan zaman, tidak sedikit yang hilang dari kita. Jangan sampai, kita terkejut ada pihak dari luar Ternate sudah mengklaim benda-benda asli ini milik mereka,” ujar Rizal.

“Dari hasil riset ini nanti kita akan tunjukkan bahwa ini loh, benda-benda peninggal kita yang harus dipelihara dengan baik,”jelas Rizal.

Disisi lain, Direktur Buku Suba Institute, Sukarno M Adam mengaku, MoU pihaknya dengan Pemkot Ternate merupakan kesepakatan dalam melakukan riset yang berhubungan dengan budaya tak benda, budaya tak benda bagi pihaknya sangatlah penting. Karena hal tersebut menjawab the meaning of Ternate (Arti dari Ternate).

“Selain itu, kita bisa menemukan DNA Ternate itu sendiri,” kata Sukarno.

Lanjutnya, budaya dalam bentuk benda sejauh ini mudah diidentifikasi karena dalam bentuk fisik. Berbeda dengan budaya tak benda yang tidak mudah diidentifikasi dan bahkan berkemungkinan hilang ketika tidak diperhatikan, apa lagi di tengah modernitas.

“Olehnya itu kami mencoba melakukan identifikasi, riset dan sampai pada klaim hak intelektual sehingga Ternate tidak kehilangan identitas, nilai, dan kearifan lokalnya, dan alhamdulillah Pemkot Ternate memberikan ruang akademik/intelektual itu ke kami melalui MoU ini,”katanya.(Sar)

redaksi

Recent Posts

Jarak Pandang di Morotai Menurun akibat Kabut Asap, Nelayan Diminta Ekstra Hati-hati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul…

9 jam ago

2 Kali Mangkir, Polres Halmahera Tengah Upaya Paksa Tangkap Oknum Anggota DPRD

Polres Halmahera Tengah, mengambil langkah tegas melakukan upaya paksa terhadap oknum anggota DPRD dengan inisial…

18 jam ago

Polda Malut Terima 32 Senjata Api Ilegal dan 358 Butir Amunisi dari Masyarakat

Polda Maluku Utara menerima 32 senjata api dan 358 butir amunisi yang diserahkan masyarakat secara…

1 hari ago

Pasokan Solar Terbatas, Siantan Ternate Terapkan Ganjil-Genap Plat Kendaraan

Di tengah keterbatasan pasokan solar di Kota Ternate, PT Siantan Ternate menerapkan sistem penyaluran berdasarkan…

1 hari ago

Sambut Hari Jadi Propam Polri Ke-24, Polres Taliabu Salurkan Bansos

Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak 20 paket Sembilan Bahan Pokok…

2 hari ago

Dugaan Galian C Ilegal di Jalan Villa Dukono Kembali Beraktivitas, Pencopotan Garis Polisi Dipertanyakan

Aktivitas galian C yang diduga ilegal di Jalan Villa Dukono, Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten…

2 hari ago