Dermaga penyeberangan Sulamadaha-Hiri di Kota Ternate, Maluku Utara. Foto: Amat/cermat
Dinas PUPR Kota Ternate kembali melakukan kajian teknis terkait lanjutan pembangunan brekwater atau talud pemecah ombak Dermaga Penyeberangan Sulamadaha-Pulau Hiri.
Kajian tersebut dilakukan usai sejumlah tetrapod yang sebelumnya ditenggelamkan kini terpaksa dihantam ombak hingga naik ke permukaan.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan saat ini Dinas PUPR dan tim teknis dari Unkhair sedang melakukan kajian terkait kendala tersebut.
“Kalau Hiri sementara ini masih dilakukan kajian oleh tim teknis dari Dinas PUPR. Artinya nanti bersama-sama dengan PUPR dan teman-teman dari Unkhair pak Dr. Sayuti, kita menunggu hasil kajian mereka apakah masih tetap bertahan pada plan dua atau kah kembali pada plan satu,” kata Rizal, Senin, 29 Januari 2024.
“Kan awalnya kita pakai plan satu kemudian diminta untuk kembali ke yang kemarin dihantam ombak itu, sehingga kalau hasil kajian PUPR nanti dengan tim teknis dari Unkhair itu merekomendasikan untuk plan satu atau dua ya kita mengikuti itu saja,” sambung Rizal.
Rizal yang pernah menjabat sebagai Kepala Bapelitbangda ini mengungkapkan, prinsipnya butuh kajian untuk keberlanjutan anggaran yang ada sudah benar-benar pada tempat yang bisa terhindar dari hantaman ombak.
“Intinya harus tunggu kajian dulu. Setelah menunggu itu baru bisa kita mengambil langkah-langkah teknis seperti apa,” terangnya.
Ia bilang, jika pagunya tahun 2024 ini kembali pada rencana awal sebelum dipindahkan.
“Pagunya kurang lebih 12,5 miliar nanti dicek kembali ke dinas PUPR. Kemudian dari pagu 12,5 miliar itu kita kembali ke plan satu yang awal itu, maka itu akan tidak terlalu banyak menekan anggaran dan resiko-resiko hantaman ombak juga kecil dibandingkan dengan plan yang kemarin,” bebernya.
———
Penulis: Muhammad Ilham Yahya
Editor: Rian Hidayat Husni
Partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia…
Perselisihan hubungan industrial antara 10 pekerja dan PT Position di Maluku Utara resmi diselesaikan secara…
Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara terus berkembang.…
Seorang pemuda asal Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan hilang…
Pemerintah pusat mengucurkan dana Rp397,8 miliar kepada Maluku Utara pada 2026. Dana yang bersumber dari…
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggandeng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku…