Tanggul di Desa Kenari rusak akibat diterjang ombak besar. Foto: Aswan Kharie/cermat.
Tanggul laut di Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Pulau Mortai, Maluku Utara jebol setelah diterjang ombak nyaris sepekan ini. Berdasarkan pantauan cermat di lokasi, beberapa bagian tanggul tampak ambruk.
Warga menyebut, gelombang tinggi terjadi sejak beberapa hari terakhir dan belum mereda. Kondisi itu membuat tanggul yang selama ini menjadi pelindung permukiman tak mampu menahan kuatnya hantaman ombak.
“Sudah lima hari ini ombak besar, suering atau tanggul itu tidak kuat, akhirnya patah dan air masuk sampai ke rumah-rumah,” kata Hairil Sudje, warga setempat, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia bilang, kondisi gelombang kali ini lebih besar dari biasanya. “Biasanya itu tidak sampai begini, sekarang dia pe ombak besar sekali sampai suering me patah,” ujarnya.
Akibat kerusakan itu, kata ia, sejumlah rumah warga di pesisir mulai kemasukan air laut, terutama saat air naik.
“Kalau air naik, itu sudah masuk ke rumah dan terpaksa harus angkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.
Ia berharap ada penanganan dari pemerintah daerah agar kerusakan tidak semakin meluas.
“Suering ini satu-satunya pelindung dari ombak, sekarang kalau so rusak, kami khawater lebih parah dari ini,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Sula, Maluku Utara dikabarkan mengunjungi Kabupaten Pulau Taliabu guna mempercepat…
Pemerintah Kota Ternate mengusulkan Perubahan APBD 2026 dengan total pendapatan daerah sebesar Rp988,83 miliar, naik…
Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…