Categories: News

Pastikan Pilkada Berjalan Secara Baik, Bawaslu Halut Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Utara menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di gedung Greenland Tobelo, Kamis, 26 September 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Bawaslu Halut Ahmad Idris bersama anggota, Ketua KPU Halut Abdul Jalil Jurumudi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan.

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Halut Rusni Ibrahim menyebutkan, kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan memiliki tujuan untuk fungsi pengawasan. Apalagi tahapan kampanye sudah dimulai pada tanggal 25 dan akan berlanjut sampai 60 hati ke depannya.

“Tentu sebagai pengawas, kami sangat membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh paguyuban. Tujuannya agar Bawaslu dan semuanya dapat mengawal secara bersama. Besar harapan kami agar pengawasan melekat ini bukan hanya pekerjaan Bawaslu saja, melainkan pengawasan untuk kita semua,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Halut Ahmad Idris menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dalam rangka untuk mengkonsolidasikan demokrasi yang melibatkan semua pihak. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk membangun kerja sama mendukung agar Pilkada 2024 dapat berjalan dengan baik dan berkualitas.

“Agenda kami adakan dengan tema pengawasan partisipatif, melibatkan semua pihak terkait. Bicara kekuatan, kami sangatlah terbatas, maka kami butuh semua pihak untuk terselenggaranya pilkada dengan baik dengan ikut bersama mengawasinya,” jelasnya.

Ia bilang, Pilkada yang akan dilalui penuh dengan dinamikanya, dan potensi ada turbulensi dan ada gesekan. Menurutnya, semua harus menjadi bagian dari penyejuk dan pencerah sehingga pilkada benar berjalan dengan baik.

“Baru awal kampanye sudah ada terkait pelanggaran kampanye. Mudahan laporan yang masuk itu laporan yang terakhir dan tidak beruntun terus di masa kampanye yang akan berlangsung kedepan,” ucapnya.

Dirinya berpesan kepada semua tokoh masyarakat di Halut agar menjadi bagian memberikan kesejukan bagi masyarakat. Dimana dalam menghadapi isu besar pertama terkait netralitas ASN.
“Sudah banyak laporan yang masuk dalam proses,” jelasnya.

Ditambahkannya, isu SARA pun harus ditepis dan tidak berkembang di Halut. Begitupun terkait dengan politik uang, harus dicegah.

“Politik uang sangat merusak proses demokrasi. Politik uang bukan pendekatan demokrasi lagi tapi sangat pragmatis sehingga harus dilakukan pengawasan,” ungkapnya.

redaksi

Recent Posts

Dilema Generasi dan Hak Sehat yang Terampas di Bumi Fagogoru (2)

Oleh: Lukman Harun Tulisan ini merupakan lanjutan dari serial perspektif sebelumnya yang dapat dibaca di sini.…

17 jam ago

Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Dikecam Organisasi Pers, Didesak Minta Maaf

Sejumlah organisasi pers dan jurnalis mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ucapan Presiden Prabowo Subianto yang…

2 hari ago

NHM-TNI Lanjutkan Program Stunting di Lima Kecamatan

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Departemen NHM Peduli kembali memperkuat komitmen sosialnya dengan melaksanakan…

2 hari ago

130 Warga Terbantu Ambulans Gratis NHM

Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui program…

2 hari ago

Era Baru Kebangkitan Persiter Ternate

Pemerintah Kota Ternate mulai membuka jalan baru bagi kebangkitan Persiter Ternate. Klub kebanggaan masyarakat Ternate…

3 hari ago

Bupati Taliabu Pastikan Dicabutnya Status 3T Tak Hambat Program Pembangunan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, optimistis berbagai program prioritas pemerintah pusat tetap dapat…

3 hari ago