News

Pemkab Taliabu Kebut Pengadaan Lahan Bandara Bobong, 74 Pemilik Lahan Dilibatkan Sosialisasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, mempercepat tahapan pengadaan tanah untuk pembangunan Bandar Udara (Bandara) Bobong. Proses tersebut kini memasuki tahap sosialisasi kepada pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan.

Sosialisasi digelar di Balai Kantor Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat, pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan tim pendampingan hukum dan 74 pemilik lahan sebagai bagian dari upaya menuntaskan persoalan pertanahan dalam proyek bandara.

Asisten I Pemkab Pulau Taliabu, Sukri La Sanya, mengatakan pembangunan bandara merupakan kebutuhan strategis bagi daerah yang kondisi geografisnya terpisah oleh laut.

Menurut dia, keberadaan Bandara Bobong diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Karena itu, Pemkab Taliabu berkomitmen memastikan seluruh tahapan pengadaan tanah berjalan sesuai aturan.

“Kami pastikan proses pengadaan tanah dilakukan sesuai ketentuan untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari,” kata Sukri kepada cermat.

Setelah sosialisasi, Tim Persiapan Pengadaan Tanah akan melanjutkan proses dengan melakukan pendataan faktual terhadap objek pengadaan tanah.

Dalam proses tersebut, pemilik lahan, tokoh masyarakat, dan perangkat desa akan dilibatkan untuk membantu pendataan serta menyampaikan bukti kepemilikan lahan kepada tim melalui pemerintah desa masing-masing.

Sukri meminta masyarakat mendukung proses pengadaan tanah agar pembangunan Bandara Bobong dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

“Mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar pelaksanaan pengadaan tanah dapat direalisasikan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Lokasi Bandara Bobong sebelumnya telah disetujui Kementerian Perhubungan melalui Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.103/0014/DBU/X/2019 tertanggal 7 Oktober 2019.

Lokasi tersebut juga masuk dalam Rencana Induk Nasional Bandar Udara berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 166 Tahun 2019. Ketentuan itu kemudian diperbarui melalui KM 33 Tahun 2024 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.

Tahapan persiapan pembangunan bandara terus dipercepat. Pemkab Pulau Taliabu juga telah memperoleh kewenangan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 390/KPTS/MU/2026 tertanggal 2 Juni 2026.

redaksi

Recent Posts

Tiga Daerah di Maluku Utara Akhirnya Hujan Setelah Operasi Modifikasi Cuaca

Tiga daerah di Maluku Utara akhinya turun hujan, setelah menghadapi kemarau Panjang. Hal itu karena…

21 menit ago

PUPR Ungkap Penyebab Air Terjun Nakamura di Morotai Kekeringan

Air Terjun Nakamura di Desa Nakamura, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali mengalami…

1 jam ago

Nobar Film Warriors of the Rainbow, Inkubator Sajikan Diskusi Wajah Baru Kolonialisme di Malut

Film Warriors of the Rainbow: Seediq Bale menjadi pintu masuk diskusi tentang akar kebudayaan, masyarakat…

7 jam ago

Dishub Halbar Didesak Evaluasi Rencana Aktifkan Terminal Goal untuk Retribusi

Rencana Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, untuk mengaktifkan kembali Terminal Goal sebagai titik…

13 jam ago

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Oleh: Mamat Jalil   “Home is where one starts from.”- T.S. Eliot ADA kalimat-kalimat yang…

1 hari ago

NHM Peduli Dampingi Salsabila yang Berjuang Melawan Spina Bifida Selama Lima Tahun

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui NHM Peduli terus memberikan bantuan dan pendampingan medis kepada…

1 hari ago