News

PUPR Ungkap Penyebab Air Terjun Nakamura di Morotai Kekeringan

Air Terjun Nakamura di Desa Nakamura, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali mengalami kondisi kering. Pantauan di lokasi pada Sabtu 5 September 2026 menunjukkan aliran air yang menjadi daya tarik utama destinasi tersebut tidak lagi terlihat.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Morotai, Irwan Abjan mengatakan, menyusutnya debit air Nakamura tidak semata-mata berkaitan dengan musim kemarau. Menurutnya, kondisi lingkungan di sekitar kawasan hutan turut memengaruhi kemampuan aliran dari bagian atas menuju sungai.

“Terkait dengan kekeringan yang terjadi saat ini adalah menurunnya kapasitas Air Terjun Nakamura. Salah satunya adalah dampak lingkungan dari aktivitas di sekitar kawasan hutan,” kata Irwan, saat dikonfirmasi.

Ia bilang, sejumlah aktivitas di wilayah hulu sungai berpotensi memengaruhi ekosistem dan tata aliran air. Di antaranya pembukaan lahan, penebangan hutan secara ilegal, hingga aktivitas pertambangan yang disebut berlangsung di kawasan hulu.

“Karena ada pembukaan lahan atau penebangan hutan secara ilegal, kemudian penambangan secara ilegal di kawasan hulu sungai,” ujarnya.

Menurut dia, perubahan kondisi kawasan tersebut dapat berpengaruh terhadap ekosistem sekaligus aliran air dari hulu ke hilir. Persoalan itu kemudian diperparah oleh kemarau berkepanjangan yang membuat pasokan air dari bagian atas menuju aliran sungai semakin berkurang.

“Sehingga memengaruhi ekosistem dan aliran air sungai. Kemudian akibat dari kemarau yang berkepanjangan hingga sangat memengaruhi suplai air dari hulu ke hilir sungai,” katanya.

Karena itu, diharapkan tidak hanya melihat kondisi tersebut sebagai persoalan musiman. Penanganan kawasan hulu, pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan maupun pertambangan, serta upaya menjaga daerah tangkapan air dinilai penting untuk mempertahankan keberadaan sumber air Nakamura.

“Sehingga kami berharap ada penanganan dan kerja sama dari pihak-pihak terkait untuk menangani masalah ini,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Tiga Daerah di Maluku Utara Akhirnya Hujan Setelah Operasi Modifikasi Cuaca

Tiga daerah di Maluku Utara akhinya turun hujan, setelah menghadapi kemarau Panjang. Hal itu karena…

6 menit ago

Pemkab Taliabu Kebut Pengadaan Lahan Bandara Bobong, 74 Pemilik Lahan Dilibatkan Sosialisasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, mempercepat tahapan pengadaan tanah untuk pembangunan Bandar Udara…

5 jam ago

Nobar Film Warriors of the Rainbow, Inkubator Sajikan Diskusi Wajah Baru Kolonialisme di Malut

Film Warriors of the Rainbow: Seediq Bale menjadi pintu masuk diskusi tentang akar kebudayaan, masyarakat…

6 jam ago

Dishub Halbar Didesak Evaluasi Rencana Aktifkan Terminal Goal untuk Retribusi

Rencana Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, untuk mengaktifkan kembali Terminal Goal sebagai titik…

13 jam ago

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Oleh: Mamat Jalil   “Home is where one starts from.”- T.S. Eliot ADA kalimat-kalimat yang…

1 hari ago

NHM Peduli Dampingi Salsabila yang Berjuang Melawan Spina Bifida Selama Lima Tahun

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui NHM Peduli terus memberikan bantuan dan pendampingan medis kepada…

1 hari ago