News

Pentingnya Museum Alfred Russel Wallace di Kota Ternate

Kepala Museum Rempah Kota Ternate, Rinto Taib secara aktif mendorong percepatan pembangunan Museum Alferd Russel Wallace sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas sejarah alam dan jalur rempah di kota Ternate.

Upaya tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali jejak naturalis dunia ini di wilayah yang memiliki nilai sejarah tinggi di Ternate.

Rinto Taib sebagai kepala Museum Rempah menekankan bahwa pembangunan museum ini terletak pada pentingnya mengakui Maluku Utara sebagai “laboratorium alam” dunia. Wallace, yang menetap di Ternate selama kurang lebih tiga tahun (1858-1861), membuktikan bahwa kekayaan daerah ini tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan, tetapi juga keanekaragaman hayati yang melimpah.

“Kita diingatkan bahwa orientasi kekayaan alam kita tidak seharusnya hanya dieksplorasi melalui industri ekstraktif, tetapi juga melalui prespektif ilmu pengetahuan yang telah diakui secara internasional sejak abad ke-19”, ucap Rinto.

Ia juga Menjelaskan Progres saat ini telah berhasil mengidentifikasi lokasi potensial di lahan kosong belakang benteng Oranje. Penentuan lokasi ini didasarkan pada riset mendalam terkait titik sumur tua yang memiliki kesesuaian dengan catatan dalam buku legendaris Wallace, the Malay Archipelago.

“Langkah inipun telah mendapat perhatian serius dari pihak kedutaan besar Inggris yang telah meninjau langsung lokasi tersebut dan menyatakan apresiasi serta dukungannya bagi pengembangan pariwisata berbasis ilmu pengetahuan di Ternate”.

Rinto kemudian mengusung konsep museum sebagai ruang publik yang edukatif dan interaktif, ruang kreatif yang menyediakan area diskusi (sharing space) dan kafe untuk menarik minat generasi muda. Kemudian digitalisasi data yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menyajikan arsip dan data penelitian Wallace secara modern. Kemudian terakhir Integrasi wisata menghubungkan museum dengan kawasan cagar budaya Benteng Oranje untuk menciptakan rute wisata sejarah yang utuh.

Harap Rinto “bagi generasi muda, kehadiran museum Russel Wallace nantinya dapat menjadi pusat literasi dan riset yang berkelanjutan. Dengan melibatkan komunitas lokal dan generasi muda dalam pengelolaannya, museum ini diharapkan menjadi warisan (legacy) yang membanggakan sekaligus penggerak ekonomi kreatif bagi masyarakat Ternate”, tutupnya.


Reporter: Eko Pujianto K. Sahib

 

redaksi

Recent Posts

Enam Jabatan Eselon II Taliabu Belum Definitif, Pemkab Tunggu Restu BKN

Enam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, hingga…

54 menit ago

Insiden TNI-Polri di Morotai Berakhir Damai, Danyonif 822 Buka Suara

Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan Infanteri (Danyonif TP) 822/Satria Magawe, Letnan Kolonel Inf Raju Pacilasera, memberikan…

3 jam ago

IWIP Perluas Rehabilitasi Mangrove, 36.500 Bibit Telah Ditanam di Maluku Utara

WEDA BAY — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperluas program rehabilitasi mangrove di…

4 jam ago

Duduk Perkara Kasus Nurjaya Ibrahim yang Berakhir di Badan Kehormatan DPRD

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate resmi memberhentikan Nurjaya Hi Ibrahim dari keanggotaan legislatif. Keputusan…

9 jam ago

ERT NHM Matangkan Strategi Hadapi IFRC 2026 di Timika

Tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus mematangkan kesiapan menghadapi Indonesia…

10 jam ago

Tiga Tahun Perkuat Hubungan Australia-Malut, Todd Dias Akhirnya Pamit

Masa tugas Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, berakhir setelah tiga tahun menjalankan diplomasi dan…

10 jam ago