Foto bersama Kepala Dispersip Ternate dan Komunitas Cengkeh Gift Cafe di Benteng Oranje usai penandatanganan kerja sama penyaluran bahan bacaan. Foto: Rian Hidayat/cermat
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, Maluku Utara, terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas literasi melalui penyaluran bahan bacaan kepada penggiat komunitas di kawasan Benteng Oranje. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi dan minat baca di kalangan generasi muda.
Penyaluran buku tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Dispersip Kota Ternate bersama Komunitas Cengkeh Gift Cafe di Benteng Oranje, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ruang-ruang literasi berbasis komunitas dan ruang publik bersejarah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispersip Kota Ternate, Nona Lethulur, mengatakan bahwa pihaknya ingin menghadirkan literasi lebih dekat dengan masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik seperti Benteng Oranje. Menurutnya, lokasi-lokasi bersejarah dapat menjadi tempat yang efektif untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus ruang diskusi bagi anak muda.
“Konsep kita adalah bagaimana ruang-ruang literasi itu dapat ditumbuhkan seperti di benteng. Ini juga menjadi strategi kami untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Nona usai pertemuan.
Ia menjelaskan, buku-buku yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis bacaan, mulai dari buku sejarah, pengetahuan umum, hingga bahan bacaan yang dinilai relevan dengan kebutuhan komunitas. Kehadiran bahan bacaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh pengunjung maupun anggota komunitas yang beraktivitas di kawasan Benteng Oranje.
“Buku-buku ini terdiri dari beragam bahan bacaan, seperti buku sejarah dan lainnya. Harapannya bisa dimanfaatkan bersama dan menjadi pemicu tumbuhnya aktivitas literasi di ruang publik,” katanya.
Selain sebagai upaya penguatan budaya baca, kolaborasi itu juga menjadi bagian dari kesiapan Dispersip Kota Ternate dalam menyambut pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka (JKP) yang akan digelar di Kota Ternate. Benteng Oranje sendiri menjadi salah satu lokasi atau venue kegiatan nasional tersebut.
Nona menyebut, kehadiran ruang literasi di kawasan Benteng Oranje diharapkan dapat memberi kesan positif bagi peserta Rakernas JKP sekaligus menunjukkan komitmen Kota Ternate dalam merawat kawasan cagar budaya melalui pendekatan edukatif dan kebudayaan.
“Ini juga merupakan upaya kita untuk berkontribusi dalam pelaksanaan Rakernas JKP, karena Benteng Oranje menjadi salah satu venue kegiatan. Jadi kita ingin kawasan ini tidak hanya hidup sebagai situs sejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar dan ruang literasi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan literasi berbasis komunitas tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak, termasuk komunitas kreatif, pegiat literasi, hingga pelaku usaha yang memanfaatkan ruang publik sebagai tempat berkegiatan.
Ia berharap kerja sama antara Dispersip dan Komunitas Cengkeg Gift Cafe di Benteng Oranje dapat terus berlanjut dan berkembang melalui berbagai program lain, seperti diskusi buku, lapak baca, bedah sejarah, hingga kegiatan edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum.
“Harapan kami kolaborasi ini terus berjalan dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Semakin banyak ruang literasi yang hidup, maka semakin besar peluang kita membangun budaya baca di Kota Ternate,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Cengkeh Gift Cafe, Rahman Udin, menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate yang terus menggaungkan semangat literasi melalui kolaborasi dengan komunitas.
Menurut Rahman, kehadiran bahan bacaan di ruang-ruang komunitas seperti kafe menjadi nilai tambah yang tidak hanya menghadirkan tempat berkumpul, tetapi juga membuka ruang diskusi dan memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami mengapresiasi Dispersip karena kolaborasi seperti ini sangat penting. Selain menyediakan kopi dan ruang berkumpul, adanya bahan bacaan juga membantu menciptakan budaya membaca di tengah masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, lewat kolaborasi ini, gerakan literasi di Kota Ternate diharapkan semakin berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memanggil PT Feni Haltim dan Antam Group untuk memberikan…
Seluruh korban yang dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil…
Ratusan sopir truk yang tergabung dalam aliansi lintas kabupaten/kota di Halmahera menggelar aksi unjuk rasa…
Pesta Babi, film bergenre dokumenter garapan jurnalis investigasi Dhandy Laksono dan Cypri Dale makin masif…
Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
Kuasa hukum tersangka kasus Minyakita di Pulau Morotai melaporkan Kasat Reskrim Polres Morotai, Iptu Yakup…