Categories: Sastra

Percakapan Hening

Sajak Dini Hari

Setiap saat dan waktu,

aku di ringkus cemas berkali-kali

Juga rindu menikam ke dada berkali-kali.

Adakah cinta yang seperti ini?

Apa kabar hari ini?

 

Aku larut diantara jarak yang terus menagih diri untuk setia.

Adakah lelaki yang setabah ini?

Menunggu hari-hari yang entah kapan berahir dipelukanmu.

 

Aku dan kamu saling percaya;

Jika kita ditakdirkan Tuhan sebagai rumah,

sejauh apapun perjalan,

juga akan kembali,

pulang ke rumah,

ke pelukan paling hangat

dari dada kita yang sama

memendam rindu dan gelisah.

 

Aku dan kamu saling percaya;

“walau semua orang pergi dari hidup,

kita memilih untuk menetap,

tinggal di rumah,

di pelukan paling hangat

dari dada yang sama percaya.”

redaksi

Recent Posts

Kunjungan Pengawasan ke Maba Utara, R. Graal Taliawo: Menjangkau yang Jauh, Merangkul yang Ditinggal dan Terisolasi

Perjalanan panjang kunjungan pengawasannya kali ini, Graal maknai untuk menjangkau yang jauh, merangkul yang ditinggal…

48 menit ago

Pelanggaran yang Disasar Saat Operasi Patuh di Morotai

Pelanggaran melawan arus hingga tidak menggunakan helm menjadi sasaran Operasi Patuh Kie Raha 2026 yang…

6 jam ago

Krisis Sosial Eropa dan Pelajaran untuk Indonesia

Eropa sedang tidak baik-baik saja. Bukan karena perang di perbatasan, melainkan karena sesuatu yang jauh…

7 jam ago

Polri Bersama Gekrafs Lakukan MoU, Komitmen Lindungi Karya dan Dorong Potensi Ekraf

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menjalin kerja sama melalui…

24 jam ago

Jaga Sumber Air, Perumda Ake Gaale Ternate Tanam 40 Bibit Pohon Sagu

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale, Ternate, Maluku Utara tahun ini, sedang gencar-gencarnya…

24 jam ago

DIKSI ICMI Jadi Ruang Refleksi 27 Tahun Perjalanan Maluku Utara

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, CIDES ICMI Maluku Utara berkolaborasi dengan…

2 hari ago