News

Polisi Selidiki Penyebab KM Intim Teratai Kandas di Perairan Makeang

Aparat gabungan memastikan tidak ada lagi korban tertinggal dalam insiden kandasnya KM Intim Teratai di perairan Pulau Makeang, Rabu, 17 Februari 2026 sekitar pukul 04.45 WIT.

Setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan lokasi kejadian disisir, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi ditutup. Penanganan kasus kini berlanjut ke tahap penyelidikan.

Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, menjelaskan, sejak awal pihaknya telah menyiagakan tim kesehatan untuk menangani para penumpang yang mengalami luka ringan.

“Kami menurunkan tim kesehatan sebagai langkah awal. Bagi yang mengalami luka ringan bisa langsung mendapatkan perawatan dan obat-obatan saat tiba untuk pertolongan pertama,” ujarnya.

Selain layanan medis, kepolisian juga menyiapkan armada untuk mengantar para korban kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak lima kendaraan dikerahkan, terdiri dari dua bus dan tiga mobil kecil yang dapat menjangkau gang-gang sempit.

“Kami siapkan dua bus, ada truk dan mobil kecil yang bisa masuk ke gang untuk mengantarkan penumpang sampai ke rumahnya,” katanya.

Berdasarkan pendataan awal, sebagian besar korban hanya mengalami luka ringan di bagian kaki serta keluhan pusing.

“Lumayan cukup banyak yang luka ringan, kebanyakan di bagian kaki dan mereka merasakan pusing,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyisiran menyeluruh di sekitar kapal, petugas memastikan tidak ada lagi korban di lokasi kejadian. Dengan demikian, operasi SAR gabungan secara resmi dinyatakan selesai. Meski begitu, kondisi kapal hingga kini masih dalam keadaan kandas dan tetap berada dalam pengawasan aparat.

Untuk memenuhi kebutuhan korban dan relawan, aparat bersama unsur terkait juga menyalurkan sekitar 600 paket makanan dan minuman.

Sementara itu, Wakil Direktur Polairud Ditpolairud Polda Maluku Utara, AKBP Eddy Daulay, memastikan pihaknya akan menyelidiki penyebab kapal kandas. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Pelabuhan Ahmad Yani, Selasa, 17 Februari 2026.

“Penanganan dari Polairud sedang kami inventarisasi. Nanti akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengetahui apa penyebab kapal ini bisa kandas,” ujarnya.

Ia bilang, kepolisian belum dapat menyimpulkan dugaan awal sebelum proses penyelidikan dilakukan.

“Kita tidak bisa menduga-duga. Kita masih menyelidiki dulu,” tegasnya.

Tindakan lanjutan di lapangan direncanakan segera dilakukan dalam waktu dekat. Polisi juga belum memastikan apakah terdapat pelanggaran terkait kapasitas muatan maupun standar keselamatan kapal. Seluruhnya akan terungkap setelah proses penyelidikan berlangsung.

redaksi

Recent Posts

Dilema Generasi dan Hak Sehat yang Terampas di Bumi Fagogoru (2)

Oleh: Lukman Harun Tulisan ini merupakan lanjutan dari serial perspektif sebelumnya yang dapat dibaca di sini.…

9 jam ago

Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Dikecam Organisasi Pers, Didesak Minta Maaf

Sejumlah organisasi pers dan jurnalis mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ucapan Presiden Prabowo Subianto yang…

1 hari ago

NHM-TNI Lanjutkan Program Stunting di Lima Kecamatan

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Departemen NHM Peduli kembali memperkuat komitmen sosialnya dengan melaksanakan…

2 hari ago

130 Warga Terbantu Ambulans Gratis NHM

Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui program…

2 hari ago

Era Baru Kebangkitan Persiter Ternate

Pemerintah Kota Ternate mulai membuka jalan baru bagi kebangkitan Persiter Ternate. Klub kebanggaan masyarakat Ternate…

3 hari ago

Bupati Taliabu Pastikan Dicabutnya Status 3T Tak Hambat Program Pembangunan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, optimistis berbagai program prioritas pemerintah pusat tetap dapat…

3 hari ago