News

Polresta Tidore Diminta Usut Dugaan Galian C Ilegal di Daratan Oba

Dugaan aktivitas pertambangan galian C ilegal di Kota Tidore Kepulauan yang belakangan mulai menjamur, mendapat sorotan dari praktisi hukum di Maluku Utara.

Galian C yang diduga ilegal ini bahkan bukan hanya di Pulau Tidore, tetapi juga di sepanjang Kali Oba hingga Oba Utara.

Aktivitas ini diketahui sudah berlangsung lama dan merusak sungai. Bahkan nyaris merusak infrastruktur milik Kementerian PUPR. Salah satunya jaringan pipa air bersih yang berada di sepanjang sungai. Apalagi, aktivitas penambang ini juga tidak jauh dari jembatan.

Karena itu, salah satu praktisi hukum, Roslan meminta Polresta Tidore untuk mengusut adanya pertambangan ilegal, yang saat ini masih beroperasi.

“Polresta harus ada tindakan yang tegas dan terukur terhadap kasus ini agar menjadi pelajaran bagi masyarakat secara umum dan pengelola pertambangan,” tegas Roslan, Jumat, 11 Agustus 2023.

Roslan menyarankan, Polresta segera memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan tempat kegiatan penambangan pasir ini. Pemanggilan pihak-pihak ini agar dapat dimintai keterangan, klarifikasi untuk mengetahui apakah kegiatan ini memiliki izin atau tidak.

“Kami berpendapat demikian karena dalam pengelolaan, penampungan atau penjualan pasir itu seharusnya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Sekretaris DPD KAI Maluku Utara ini bilang, pemanggilan pemilik pertambangan ini penting sehingga bisa diketahui tempat usaha penjualan pasir tersebut telah memiliki izin atau tidak.

“Atau justru ada indikasi melanggar hukum. Karena di beberapa tempat biasa terjadi kegiatan pertambangan dengan modus pertambangan di luar areal atau di luar titik koordinat yang sudah ditentukan atau izin yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolresta Tidore Kombes Pol Yury Nurhidayat, ketika dikonformasi mengenai adanya sorotan praktisi hukum, ia langsung merespons.

“Iya, kami rencanakan minggu ini dengan Dinas Lingkungan Hidup Tidore langsung turun ke lokasi,” jelasnya dan mengakhiri.

————

Penulis: Samsul Laijou

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

Sekolah di Taliabu Alami Kebakaran, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Sebanyak tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau…

11 jam ago

Rehab Gedung Polsek Mangoli Barat Terkendala Status Lahan, Ini Kata Kapolres

Gedung Polsek Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, hingga kini belum memperoleh anggaran rehabilitasi…

11 jam ago

Eks Kades dan Bendahara di Sula Ditahan, Diduga Korupsi Dana Desa Rp231 Juta

Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula, Maluku Utara, resmi menahan mantan Kepala Desa Lekokadai berinisial AL…

13 jam ago

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Malut Jamin Kerahasiaan Data

Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara memastikan data yang dikumpulkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE)…

15 jam ago

Putri Malu-Ku

Oleh: WDGafoer  “Pulaskah tidurmu malam ini, Putri Malu-Ku?” Apakah mimpimu masih tentang aku atau kita…

16 jam ago

Harganas, Bupati Morotai Serukan Penguatan Keluarga Hadapi Tantangan Zaman

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi memperingati Hari Keluarga Nasional atau Harganas ke-33…

16 jam ago