News

Potongan Dana Dacil di Taliabu Disorot, AP2T: Dugaan Korupsi Terstruktur dan Berjamaah

Isu dugaan pemotongan dana Daerah Terpencil (Dacil) atau insentif bagi guru di Pulau Taliabu, Maluku Utara kembali mencuat dan menuai sorotan publik. Praktik tersebut dinilai belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, bahkan diduga telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Aliansi Pemuda Peduli Taliabu (AP2T) melalui Jenderal Lapangan, Sauti Jamadin, mengungkapkan bahwa dugaan pemotongan dana Dacil sudah terjadi sejak masa kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan sebelumnya hingga saat ini.

“Dugaan ini sudah berlangsung lama dan seolah tidak pernah ada efek jera. Kami menilai praktik ini berpotensi menjadi pola korupsi yang berjalan secara terstruktur dan berjamaah. Mustahil hal seperti ini terjadi tanpa adanya pihak yang mengatur. Artinya, ada aktor di balik dugaan pemotongan dana Dacil ini,” ujar Sauti kepada cermat, Rabu, 8 April 2026.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara serius, transparan, dan menyeluruh terhadap dugaan tersebut.

Menurutnya, dana Dacil merupakan hak para guru yang harus diterima secara utuh tanpa potongan apa pun, kecuali memiliki dasar hukum yang jelas.

“Ini menyangkut kesejahteraan guru. Jangan sampai mereka yang telah berjasa dalam dunia pendidikan justru dirugikan. Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan mafia dana Dacil ini,” tegasnya.

Selain itu, AP2T juga berharap Pemerintah Daerah Pulau Taliabu tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Pendidikan setempat.

“Jika terbukti ada pelanggaran, Pemda harus menjatuhkan sanksi tegas kepada pimpinan dan jajaran terkait sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, informasi terkait dugaan pemotongan dana Dacil ini telah berkembang luas di tengah masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Pulau Taliabu dikabarkan telah membentuk tim investigasi dan bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran atas isu yang beredar.

redaksi

Recent Posts

Polisi di Halut Rogoh Uang Pribadi Rp 55 Juta Bantu Warga Atasi Krisis Air Bersih

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Ruko, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Bripka Jemstison…

40 menit ago

Tak Satupun Kasus Korupsi Terungkap, Praktisi Hukum Sebut Kejari Taliabu “Mandul”

Kinerja lembaga Adhyaksa di Pulau Taliabu, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, belum ada…

3 jam ago

Hadiri Halalbihalal di Morselbar, Bupati Ajak Warga Jaga Persatuan

Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua, berkesempatan menghadiri kegiatan halalbihalal di Kecamatan Morotai Selatan…

4 jam ago

Polisi Buru Dua DPO Pelaku Tambang Ilegal di Halmahera Utara

Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, resmi menetapkan dua tersangka kasus Penambangan Tanpa Izin (PETI) sebagai…

5 jam ago

Tinta Kebaikan Irfan Ahmad

Oleh: Faris Bobero “Tinta kebaikan tak pernah kering. Ia hidup dalam tulisan,” kata itu diucapkan…

10 jam ago

Masa Tanggap Darurat, Pemkot Ternate Longgarkan Sistem Kerja ASN di Batang Dua

Pemerintah Kota Ternate memberikan fleksibilitas khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan…

11 jam ago