News

Tak Satupun Kasus Korupsi Terungkap, Praktisi Hukum Sebut Kejari Taliabu “Mandul”

Kinerja lembaga Adhyaksa di Pulau Taliabu, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, belum ada satu pun kasus korupsi yang berhasil diungkap, meski kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat telah berganti.

Pergantian pucuk pimpinan dari Nurwinardi kepada Yoki Adrianus sekitar enam bulan lalu sempat memunculkan harapan baru. Namun, ekspektasi publik tampaknya belum terjawab. Tak ada gebrakan berarti, terutama dalam membongkar dugaan sindikat korupsi yang disebut-sebut marak di wilayah tersebut.

Pulau Taliabu bahkan kini diduga menjadi salah satu daerah dengan praktik korupsi paling mengkhawatirkan di Maluku Utara.

Menanggapi kondisi ini, praktisi hukum setempat, Sherly Bantu, menilai ada kejanggalan serius dalam kinerja Kejari. Ia menduga adanya kepentingan tertentu atau rasa takut yang membuat aparat penegak hukum enggan mengusut kasus korupsi.

“Seharusnya Kajari yang sekarang lebih berani. Apalagi beliau pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Khusus. Tapi faktanya, tidak ada satu pun kasus yang diungkap,” ujarnya, Rabu, 8 April 2025.

Sherly juga menyoroti dugaan kedekatan Kejari dengan pemerintah daerah yang berpotensi menghambat penegakan hukum. Ia bahkan menyebut kemungkinan adanya “main mata” dalam penanganan perkara.

Lebih jauh, ia mengungkap informasi yang beredar terkait dugaan barter kasus dengan proyek pembangunan mushola di Kantor Kejari. Proyek tersebut, menurutnya, sempat dianggarkan kembali sebesar Rp1,5 miliar, namun belum juga rampung.

“Di tahun 2026 proyek itu kembali dianggarkan. Ini patut dicurigai, ada apa di balik semua ini?” katanya.

Selain itu, ia menyebut adanya pergeseran anggaran dari tiga proyek masjid ke pembangunan lanjutan mushola di lingkungan Kejari, yang semakin menimbulkan tanda tanya.

Sherly menegaskan, pihaknya bersama masyarakat kini terus memantau kinerja Kejari Pulau Taliabu. Ia mengingatkan bahwa Kajari sebelumnya pernah berjanji di hadapan publik untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi di daerah tersebut.

“Janji tinggal janji. Sampai sekarang nihil. Kejari Taliabu layak disebut ompong dan penakut karena tidak menunjukkan keberanian dalam memberantas korupsi,” tegasnya.

redaksi

Recent Posts

Gekrafs Halteng Dilantik, Safrudin Hasan Dorong Kreativitas Jadi Peluang Usaha

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPC GEKRAFS) Halmahera Tengah, Safrudin Hasan, mendorong…

6 jam ago

Kapolda Maluku Utara Peringatkan Anggota Tak Terlibat Narkoba

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, menegaskan komitmennya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika, termasuk…

6 jam ago

Prabowo Diminta Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Prabowo Diminta Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Daerah…

1 hari ago

Dari Rempah ke BPRS

Oleh: Sirajul Arifin*   TULISAN ini disusun dari sebuah pengantar buku. Pengantar yang pernah saya…

1 hari ago

Sasar Tempat Hiburan Malam, Polisi dan BNN Periksa Pengunjung Kafe di Morotai

Satuan Reserse Narkoba Polres Pulau Morotai, Maluku Utara bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar razia…

2 hari ago

Tampil di ISEF 2026, BI Malut Perkuat Jejaring Bisnis UMKM Lokal

Sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Maluku Utara mempromosikan produk unggulan mereka dalam…

2 hari ago