News

Proyek Irigasi Morotai Masuk Paket Global Senilai Rp 24,3 Miliar, Pelaksana Lapangan Terkendala Finalisasi Gambar

Proyek pembangunan irigasi di Pulau Morotai, Maluku Utara, yang merupakan bagian dari paket global senilai Rp 24.375.869.000 kini mulai berjalan di sejumlah titik.

Namun, berdasarkan temuan di lapangan, pelaksana proyek ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis yang berpotensi memengaruhi progres pekerjaan.

Proyek tersebut tercatat dalam nomor kontrak HK.02.01./BWS20.6.2/180/2025 yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero) dengan tanggal kontrak 10 November 2025, dan ditargetkan selesai dalam 52 hari kerja.

Lokasi pekerjaan berada di empat Daerah iIrgasi (D.I), yaitu D.I Aha, D.I Goal, D.I Gagapok, dan D.I Wayana.

Ibnu, pendamping pelaksana dari PT. Hutama Karya, menjelaskan bahwa proyek irigasi di Morotai merupakan bagian dari satu paket pekerjaan besar di Maluku Utara.

“Proyek di Morotai adalah bagian dari paket global pembangunan irigasi di empat titik di Malut, bersama Halmahera Utara, Halmahera Selatan, dan Halmahera Barat,” kata Ibnu saat ditemui di lokasi proyek, Senin, 24 November 2025.

Ia bilang, pekerjaan fisik di Morotai terbagi di dua titik terpisa. “Ada di Desa Dehegila berupa pengecoran dan di Desa Aha berupa pasangan batu,” ujarnya.

Namun begitu, kata Ibnu, adanya kendala berupa perubahan ukuran pada gambar perencanaan. “Ukuran gambar sementara ada perubahan, dan saat ini kami masih menunggu perubahan gambar itu,” jelasnya.

Terkait nilai anggaran, kata dia, pihak pelaksana di lapangan tidak mengetahui angka pastinya untuk wilayah Morotai.

“Untuk nilai kontrak pastinya tidak diketahui ditingkat lokal karena anggaran senilai 24,3 miliar lebih merupakan nilai kontrak dari pusat,”ungkapnya.

“Dana tersebut mencakup seluruh paket pekerjaan irigasi yang tersebar di empat kabupaten atau kota yang ada di Maluku Utara,” tambahnya.

Lanjut kata dia, bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan rehabilitasi terhadap saluran lama yang sebelumnya sudah ada. “Pekerjaan yang dilakukan adalah rehabilitasi karena saluran irigasi lama sudah ada, dan kini ditambah dengan saluran baru,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Meracik Mimpi dari Secangkir Kopi: Noah dan Semangat Coffee Street di Ternate

Jalanan dipenuhi lalu lalang pengendara motor dan warga yang berolahraga sore itu, Sabtu, 10 Januari…

40 menit ago

Jalan Sehat Dilepas Wagub Malut, Kongres ke-4 HPMS Siap Dihelat

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melepas Jalan Sehat dalam rangka perayaan 66 tahun dan…

4 jam ago

Forkopimda Halmahera Utara Lepas Tim Satgas Bencana ke Desa Doitia

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, secara resmi melepas Tim Satgas…

18 jam ago

Kalah 2-1, Malut United Gagal Curi Poin di Kandang Persebaya

Malut United harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya Surabaya setelah kalah dengan skor 1-2 pada…

19 jam ago

Polres Halmahera Utara Tuntaskan Kasus TTPO, 2 Tersangka Kini Segera Diadili di Meja Hijau

Satreskrim Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, telah menuntaskan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO) sejak…

23 jam ago

Diduga Tak Punya Izin, Polres Diminta Tangkap Kontraktor Jalan Nggele-Langganu di Taliabu

Aktivis Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sudarlin Untung, mendesak polres wilayah setempat segera menangkap kontraktor pembangunan…

2 hari ago