News

Proyek Taman Tobelo Terang Dinilai Asal Jadi, Praktisi Hukum Desak Penanggung Jawab Diperiksa

Proyek pembangunan Taman Tobelo Terang yang menelan anggaran senilai Rp3,4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 menuai kritik dari kalangan praktisi hukum.

Proyek yang berlokasi di pusat Kota Tobelo dan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Utara itu diduga dikerjakan secara asal-asalan dan jauh dari standar yang layak.

Sejumlah fasilitas umum di taman tersebut dinilai tidak memadai. Tempat duduk, misalnya, tidak tersedia sebagaimana mestinya dan hanya digantikan dengan potongan kayu.

Beberapa unit lampu taman bahkan terlihat miring, sementara struktur gazebo menggunakan tiang dari batang pohon kelapa yang dinilai tidak layak dan tidak sesuai dengan standar teknis proyek pemerintah.

“Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya taman ini dibangun secara representatif dan nyaman untuk masyarakat. Namun kenyataannya justru mengecewakan, terkesan asal jadi dan tidak profesional,” kata Muammar Koda, praktisi hukum asal Halmahera Utara, Jumat, 4 Juli 2025.

Muammar, yang akrab disapa Amar, mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menyelidiki proyek tersebut. Ia turut meminta Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tobelo memeriksa Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.

“Kami minta Polres dan Kejari segera bertindak. Ini proyek yang menggunakan dana pusat, jadi harus diawasi ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran yang merugikan negara,” tegasnya.

Amar juga mendorong agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana DAK dalam proyek ini, guna memastikan tidak adanya penyimpangan atau indikasi tindak pidana korupsi.

Sementara itu, Kepala DLH Halut Yudihart Noija menjelaskan bahwa pembangunan Taman Tobelo Terang masih terkendala anggaran.

Menurutnya, hingga saat ini dana yang telah dicairkan baru mencapai 30 persen dari total anggaran.

“Saat ini kami masih terkendala di anggaran. Sampai sekarang, dana yang dicairkan baru 30 persen,” jelas Yudihart.

redaksi

Recent Posts

Gerindra Patuhi Putusan BK DPRD, Siapkan Proses PAW Nurjaya Ibrahim

Partai Gerindra menyatakan mematuhi keputusan badan kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate terkait pemberhentian Nurjaya Hi…

7 jam ago

Jaksa Agung Lantik Roberthus Tacoy sebagai Kajati Malut, Sufari Dipromosi ke Jamwas

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin resmi melantik Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)…

8 jam ago

Pemprov Klaim Kemiskinan di Malut Menurun Berkat Pengentasan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengklaim angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,59 persen mengalami…

12 jam ago

Pagar Dibongkar TNI AU, Warga Pemilik Lahan Lingkar Bandara Morotai Protes

Sengketa lahan di kawasan lingkar Bandara Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara…

15 jam ago

Kuasa Hukum Nurjaya Ajukan Keberatan soal Putusan BK DPRD Ternate

Putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate yang menyatakan Nurjaya Hi Ibrahim melanggar kode etik…

16 jam ago

Kapolda Malut Luncurkan 7 Program Prioritas, Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, meluncurkan tujuh program prioritas sebagai langkah memperkuat komitmen…

1 hari ago