Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu turun langsung untuk mengawal unjuk rasa masyarakat Galela. Foto: Istimewa
Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Galela Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di Desa Roko, Kecamatan Galela Barat, menuntut pembebasan lima warga Galela yang ditahan oleh Polres Halmahera Barat. Lima warga tersebut diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di wilayah konsesi milik PT Tri Usaha Baru (TUB).
Sekitar 400 orang massa aksi tiba di lokasi menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan mobil. Mereka membawa serta 15 bendera Merah Putih, 10 baliho bertuliskan “Desak Polres Halbar Bebaskan 5 Warga Galela”, dan dilengkapi dengan sistem pengeras suara.
Dalam aksinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama:
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, turun langsung ke lokasi aksi di perbatasan Desa Nolu, yang berada di antara Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat. Ia merespons tuntutan massa dengan menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Polres Halmahera Barat.
“Saya baru menjabat sebagai Kapolres Halmahera Utara sejak 16 Juni 2025. Saya belum mengetahui secara rinci perkembangan kasus ini, terutama terkait proses penangkapan terhadap lima warga Galela,” ujar AKBP Erlichson.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi terakhir dari Kapolres Halmahera Barat, kasus tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, sehingga tidak lagi menjadi kewenangan Polres.
“Terkait tuntutan masyarakat, saya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kapolres Halmahera Barat untuk mencari kejelasan dan solusi atas permasalahan ini,” katanya.
Erlichson juga menjelaskan bahwa 22 warga Galela lainnya masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Ia berkomitmen mencari jalan penyelesaian terbaik agar konflik ini tidak berlarut-larut.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Halmahera Barat, Ipda Asrimudin, mengungkapkan bahwa Kapolres Halmahera Barat menyampaikan bahwa kasus penahanan lima warga Galela telah berjalan dan sudah memasuki tahap pelimpahan ke Kejaksaan (P21).
“Bapak Kapolres meminta agar setelah aksi unjuk rasa selesai, pihak keluarga dari kelima warga yang ditahan dapat difasilitasi untuk bertemu langsung dengan beliau, guna mencari solusi bersama atas permasalahan ini,” pungkasnya.
Di tengah keterbatasan pasokan solar di Kota Ternate, PT Siantan Ternate menerapkan sistem penyaluran berdasarkan…
Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak 20 paket Sembilan Bahan Pokok…
Aktivitas galian C yang diduga ilegal di Jalan Villa Dukono, Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten…
Rumah Literia bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ternate menggelar kelas menulis puisi bertajuk “Merangkai…
Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menggelar demonstrasi di depan kampusnya, pada Selasa,…
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, berencana memindahkan aktivitas penyeberangan dari Dermaga Taman Kota Daruba…