Saksi-saksi saat dihadirkan JPU KPK dalam persidangan. Foto: Istimewa
Majelis Hakim kembali menggelar sidang lanjutan kasus gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK) yang terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Romel Franciskus Tumpubolon didampingi 4 hakim anggota itu berlangsung pada Rabu, 29 Mei 2024.
Dalam sidang lanjutan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan 6 orang saksi. Mereka di antaranya Ajudan gubernur Wahidin Tahmid, Faisal, Abdullah Al, Amari dan Sevi Tomas.
Sementara 2 orang saksi perempuan, meraka adalah Windi Claudia dan Grayu Gabriel Sambow.
“Saya meminta rekening ke Windi. ATM dan buku rekening, saya yang pegang. Saya kasih ke Windi buka rekening Rp 1 juta. Saya minta ke Windi buatkan rekening, waktu itu buka rekening untuk pribadi saya,” kata Grayu Gabriel Sambow di depan majelis Hakim.
Grayu menambahkan, ATM-nya dibuat sekitar bulan Maret tahun 2023 di Bank Mandiri. Uang terakhir di rekening tersebut sekitar Rp 3 miliar lebih.
“Itu yang saya tahu dari Kadis,” akuinya.
Grayu bilang, setelah uang masuk, dialihkan ke rekening atas nama dirinya. Kemudian uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.
“Saya mentransfer ke rekening pribadi dan saya gunakan. Yang menyuruh itu suami saya,” akuinya sembari mengatakan uang itu digunakan membeli kebutuhan keluarga mulai dari kendaraan motor, mobil hingga tanah.
—-
Penulis: Samsul Laijou
Editor: Ghalim Umabaihi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulau Morotai, Maluku Utara, membagikan sekitar 5 ribu masker kepada masyarakat sebagai…
Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Morotai, Maluku Utara, dalam beberapa hari terakhir mengancam…
Kalamata Institute menggelar Dialog Polifoni dengan mengangkat tema “Rempah dalam Sastra, Seni, Resiliensi, dan Ambivalensi”…
Kebakaran lahan kebun terjadi di Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara,…
Kebakaran hutan hebat melanda jalur pendakian Gunung Gamalama, tepatnya di sekitar kawasan wisata Taman Love,…
Kemarau yang belum sepenuhnya berakhir membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membayangi Maluku Utara.…