Puskesmas Leo-Leo, Kecamatan Pulau Rao. Foto: Aswan Kharie/cermat
Puskesmas Desa Leo-Leo, Kecamatan Pulau Rao, Pulau Morotai, Maluku Utara terus memaksimalkan pelayanan kesehagan kepada masyarakat dengan menetapkan sejumlah program prioritas pada tahun 2026, khusunya peningkatan mutu layanan kesehatan dan penanganan stunting.
Widati, Kepala Puskesmas Desa Leo-Leo, mengatakan bahwa fokus utama program kesehatan diarahkan pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serga pengendalian penyakit menular dan tidak menular.
“Program prioritas puskesmas kami tahun ini masih berfokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, penanganan dan pencegahan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, penanggulangan penyakit menular seperti TBC, dan pengendalian penyakit tidak menular,” jelasnya, Senin, 12 Januari 2026.
Ia bilang, penanganan stunting menjadi perhatian khusus, terutama pada bayi dan balita yang hingga kini masih dalam proses pendampingan dan pemantauan petugas kesehatan.
“Kami lebih berfokus pada penanganan kasus stunting pada bayi balita, karena kasusnya masih kami tangani dan masih dalam pengawasan,” ujarnya.
Menurutnya, penetapan program prioritas tersebut telah melalui proses Survei Mawas Diri (SMD), sehingga disesuaikan dengan data penyakit dan kebutuhan masyarakat.
“untuk capaian program rata-rata mencapai target. Dan hanya KIA yang tidak tercapai pada kunjungan pertama ibu hamil, karena banyak ibu hamil yang berasal dari luar wilayah,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, ia memastikan tenaga kesehatan selalu siap menjalankan program prioritas, didukung dengan anggaran yang dinilai mencukupi. “tenaga kesehatan selalu siap, dan dari sisi anggaran juga mencukupi, dengan total sebesar Rp875.608.00,” ungkapnya.
Meski demikian, Widati bilang, Puskesmas Leo-Leo masih menghadapi kendala, terutama pada akses jalan menuju desa-desa tertentu. “kendalanya itu soal akses jalan, misalnya ke Desa Loumadoro. Kegiatan kami sering terhambat saat hujan karena banjir di Kali Batukapal,” katanya.
“Kami juga selalu melakukan kerjasama lintas sektor, dan berharap adanya alokasi sumber daya yang cukup serta penguatan koordinasi lintas sektor kedepan,” tutupnya.
Polres Halmahera Utara secara resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada seorang anggotanya…
Lima orang pelajar di Pulau Morotai, Maluku Utara, yang jad korban dugaan asusila oleh oknum…
Malut United kembali gagal meraih kemenangan usai takluk 1-2 dari Dewa United pada pekan ke-27…
Bertepatan dengan peringatan Hari Hutan Internasional, upaya nyata menjaga kelestarian hutan kembali digaungkan. Kali ini,…
Kasus tindakan asusila terhadap pelajar kembali mencuat di Pulau Morotai, Maluku Utara. Sebanyak lima siswa…
Aktivitas galian C di Desa Gosale, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menuai…