News

Tahun Ini, Produksi Padi di Maluku Utara Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat adanya peningkatan luas panen dan produksi padi di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2023.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Aidil Adha menguraikan, luas panen padi diperkirakan sebesar 7.684 hektar dengan produksi padi sekitare 28.169 ton gabah kering giling (GKG).

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2023 ini, kata ia, diperkirakan mencapai 15.764 ton.

“Luas panen padi pada 2023 diperkirakan sekitar 7.684 hektar, mengalami peningkatan sebanyak 1.268 hektare atau 19,76 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 6.416 hektar,” jelas Aidil, Rabu, 1 November 2023.

Produksi padi pada 2023, lanjut ia, diperkirakan sebesar 28.169 ton GKG mengalami peningkatan sebanyak 3.683 ton GKG atau 15,04 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 24.486 ton GKG.

“Produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sekitar 15.764 ton, mengalami peningkatan sebanyak 2.061 ton atau 15,04 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 13.703 ton,” katanya.

Ia pun merinci, bahwa produksi padi sepanjang Januari−September 2023 diperkirakan sebesar 26.465 ton GKG, atau mengalami peningkatan sekitar 2.848 ton GKG (12,06 persen) dibandingkan Januari−September 2022 yang sebesar 23.617 ton GKG.

Sementara, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil survei KSA September 2023, potensi produksi padi sepanjang Oktober−Desember 2023 adalah sebesar 1.704 ton GKG

“Dengan demikian, total produksi padi pada 2023 diperkirakan sebesar 28.169 ton GKG, atau mengalami peningkatan sebanyak 3.683 ton GKG (15,04 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 24.486 ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2022 dan 2023 terjadi di bulan Februari,” terangnya.

Untuk produksi padi terendah pada 2023, kata ia, diperkirakan terjadi di bulan November. Produksi padi pada Februari 2023 yaitu sebesar 7.272 ton GKG, sedangkan produksi padi pada November 2023 diperkirakan sebesar 429 ton GKG.

“Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2023 adalah Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Pulau Morotai. Sementara itu, tiga kabupaten/kota yang tidak terdapat produksi padi yaitu Kabupaten Pulau Taliabu, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan,” ungka dia.

Peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2023, tambah ia, terjadi di beberapa wilayah sentra produksi padi seperti Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kabupaten Halmahera Barat.

“Di sisi lain, terdapat beberapa kabupaten kota yang mengalami penurunan produksi padi, yaitu Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Halmahera Utara,” pungkasnya.

——

Penulis: Erdian Sangaji

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

KNPI Taliabu Desak Pemda dan DPRD Prioritaskan Penyelesaian Jalan Nggele–Langganu

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mendesak pemerintah daerah bersama DPRD…

2 jam ago

Graal: Persistensi DPD RI atas RUU Daerah Kepulauan Berbuah Manis

Persistensi DPD RI atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan memasuki lembaran baru. Pada Kamis, 25…

1 hari ago

Jaksa Jerat Aliong Mus dengan Pasal Berlapis dalam Kasus ISDA Taliabu

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menjerat mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, dengan pasal berlapis…

2 hari ago

Beragam Kegiatan Digelar Polres Taliabu Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar serangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara…

2 hari ago

Diperiksa sebagai Tersangka Kasus ISDA Taliabu, Jaksa Tahan Eks Bupati Aliong Mus

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menahan mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, usai menjalani…

2 hari ago

Buntut Piton Raksasa Teror Warga, Pemkab Taliabu Akan Gandeng BRIN Susun Sistem Mitigasi

Fenomena kemunculan ular piton raksasa di kawasan permukiman hingga menyerang warga saat berangkat ke kebun…

3 hari ago