Warga menahan mobil tangki PDAM Ternate, Maluku Utara. Dok: JMG
Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah Kota Ternate, Abubakar Adam mengungkapkan, Ternate bakal mengalami krisis air bersih di 15 tahun mendatang.
Hal itu berdasarkan hasil penelitian Balai Wilayah Sungai dan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW).
“Mereka yang teliti kualitas airnya. Jadi analisa mereka, krisis air bersih di Ternate terjadi 15 tahun mendatang,” ungkap Abubakar kepada cermat, Jumat (18/3/2022).
Untuk menjaga kemungkinan seperti itu, kata dia, Pemkot Ternate sudah membuat peraturan daerah (perda) terkait sumur resapan. “Itu salah satu terobosan untuk meminimalisir,” katanya.
Namun realisasi dari perda sumur resapan tersebut belum berjalan normal. “Jika itu jalan, lalu masyarakat sadar, maka tidak ada masalah lagi,” ujarnya.
Menanyakan berapa aset stakeholder seperti sumur yang akan dihibah ke operator, Abubakar mengaku pihaknya tinggal menunggu penyerahan.
“Karena itu sudah ada sejak periode sebelumnya. Jadi nanti ada sumur tambahan di Kecamatan Ternate Tengah. Tapi itu semua dari balai,” akunya.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Sudarno Taher mengaku wajar saja.
Karena itu menggambarkan sisi geografis Ternate terkait ketersedian air yang selalu kurang dan terbatas.
“Kemudian banyak pertumbuhan pemukiman sampai saat ini,” pungkasnya.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara (Malut) mengungkap potret buram dampak industri nikel di…
Aktivitas galian C di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, menuai keluhan dari para pengendara.…
Polda Maluku Utara memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum anggota Brimob yang diduga terlibat…
Tanggul laut di Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Pulau Mortai, Maluku Utara jebol setelah diterjang…
Tepatnya hari ketiga Lebaran Idulfitri 1446 H, Kamis, 3 April 2025, lapangan Desa Talaga telah…
GP Ansor Pulau Morotai, Maluku Utara meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh insiden penghalangan terhadap…