Gubernur Sherly saat meresmikan kolam renang Militer milik Lanal Ternate. Foto: Istimewa
Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ternate, Maluku Utara, resmi memiliki kolam renang militer Tirta Jala Kie Raha.
Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang ditandai dengan penekanan tombol pembuka tirai, disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara, Minggu, 15 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Sherly menegaskan, peresmian kolam renang tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai penambahan fasilitas fisik semata. Menurutnya, keberadaan kolam ini merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia TNI Angkatan Laut.
“Ini adalah ruang pembinaan fisik, mental, dan disiplin. Di sinilah ketahanan tubuh ditempa, refleks dilatih, dan kesiapsiagaan diasah,” ujarnya.
Sebagai provinsi kepulauan, lanjut Sherly, Maluku Utara memiliki karakter maritim yang kuat. Karena itu, kemampuan renang dan selam bukan hanya olahraga, melainkan kompetensi dasar yang wajib dimiliki prajurit laut.
“Laut adalah ruang tugas TNI AL. Penguasaan medan laut dimulai dari penguasaan tubuh di air,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sherly juga menyampaikan ucapan selamat kepada para prajurit yang menerima Brevet Scuba Diver. Ia menilai brevet tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas kemampuan, kedisiplinan, dan profesionalisme prajurit.
“Selam adalah keterampilan yang menuntut ketenangan, ketepatan, dan keberanian atau nilai-nilai yang menjadi karakter utama seorang prajurit laut,” tegasnya.
Ia berharap, kolam renang Tirta Jala Kie Raha ke depan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal TNI AL, tetapi juga dapat menjadi sarana pengenalan dan pengembangan olahraga selam, termasuk selam rekreasi, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan serta kewenangan TNI AL.
Sementara itu, Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto, mengungkapkan bahwa kolam tersebut sebelumnya terbengkalai sejak 2018. Revitalisasi baru dapat dilakukan setelah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Saya menghadap Ibu Gubernur pada 16 Juli 2025 untuk memperkenalkan diri sebagai Danlanal sekaligus melaporkan kondisi kolam yang terbengkalai sejak 2018. Saat itu langsung mendapat respons untuk dilakukan perencanaan,” ujarnya.
Dalam proses perencanaan, pihaknya bersama tim juga melakukan pengambilan sampel dan studi perbandingan di 12 fasilitas kolam TNI AL, termasuk milik Kopassus di Cijantung, sebagai referensi standar pembangunan.
Kolam renang militer Tirta Jala Kie Raha ini memiliki kedalaman hingga enam meter. Ke depan, fasilitas tersebut direncanakan untuk menunjang berbagai kegiatan internal TNI AL maupun kegiatan lain di Provinsi Maluku Utara.
Pihak PLN ULP Daruba, Pulau Morotai, Maluku Utara akhirnya angkat bicara terkait keluhan warga soal…
Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua, menghimbau seluruh masyarakat agar tidak terpancing aksi bentrok…
Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak musibah di…
Bentrok antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, dilaporkan…
Bantuan meteran listrik untuk warga di Pulau Morotai, Maluku Utara, menuai keluhan. Sejumlah penerima bantuan…
Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, menyerukan kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya di Halmahera Tengah,…