Polsek Oba Utara saat mengamankan 400 liter minyak tanah yang dibawa dari Tobelo. Foto: Istimewa
Polresta Tidore, Maluku Utara, mengambil alih penanganan kasus dugaan menyelundupkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis minyak tanah secara ilegal.
Kasus ini sebelumnya ditangani Polsek Oba Utara, yang menangkap seorang sopir berinisial PIS (31) saat mengendarai mobil Hilux hitam dengan nomor polisi B 2010 TEN.
Di dalam mobil itu terdapat 400 liter BBM jenis Minyak Tanah yang diambil dari pangkalan minyak yang berada di Tobelo. Rencananya, akan dijual di daerah Halmahera Tengah.
Saat ini penyidik Satreskrim Polresta segera melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pemilik pangkalan.
Kapolresta Tidore, Kombes Pol Yury Nurhidayat ketika dikonformasi cermat, membenarkan kasus itu telah diambil alih dan akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi.
“Pokoknya kita akan cari asal-usul minyak ini didapat dari mana, pengakuannya dari Tobelo, para pemilik pangkalan itu juga kita akan panggil,” tegas Yury, Senin, 23 September 2024.
Mantan Wadir Reskrimum Polda Maluku Utara ini, juga menegaskan akan memanggil pihak Pertamina dan BPH Migas untuk menanyakan itu.
“Kita akan tanyakan juga ke ahlinya yaitu BPH Migas dan Pertamina. Untuk menanyakan apakah minyak tanah ini bisa dibawa keluar dari Halmahera Utara atau tidak,” pungkasnya.
Partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia…
Perselisihan hubungan industrial antara 10 pekerja dan PT Position di Maluku Utara resmi diselesaikan secara…
Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara terus berkembang.…
Seorang pemuda asal Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan hilang…
Pemerintah pusat mengucurkan dana Rp397,8 miliar kepada Maluku Utara pada 2026. Dana yang bersumber dari…
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggandeng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku…