Kepala Dinas Pendidikan Pulau Taliabu, Maluku Utara, Damruddin Ramah. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat
240 guru di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara tidak lagi melakukan aktivitas belajar mengajar.
Hal itu diketahui setelah pemerintah setempat melakukan pemutakhiran data guru di seluruh sekolah di tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah setempat.
Pemutakhiran data itu, guna memastikan dan menyesuaikan keaktifan guru di Pulau Taliabu yang masih mendidik. Dalam pemutakhiran tersebut, Pemkab Taliabu menemukan sebanyak 240 guru tidak aktif lagi.
Artinya, hal tersebut dapat memperhambat pendidikan generasi muda di Pulau Taliabu, Maluku Utara yang dikarenakan kekurangan tenaga pendidik, dan bahkan memutus mata rantai rezeki tenaga pendidik di wilayah setempat.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Taliabu, Damruddin Rahman mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan guru yang tidak aktif dari dasbor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sehingga dapat mengisi kekosongan tenaga pendidik di seluruh sekolah.
“Yang tidak aktif, kami keluarkan dari dasbor Kemendikbud. Mulai dari tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) honorer hingga Aparatur Negeri Sipil (ASN) di seluruh sekolah di Pulau Taliabu,” kata Kepala Disdik Taliabu, Damruddin Rahman kepada cermat, Senin, 21 September 2026.
Dari langkah pemutakhiran itu, kata Damruddin, pihaknya kembali memverifikasi data-data guru guna memastikan data tenaga pendidik yang berada di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Setelah kami memverifikasi kembali data guru, kami mendapatkan banyak temuan data guru yang bermasalah, mulai dari data ganda, data yang sudah tidak aktif karena pindah pekerjaan, guru yang pensiun tapi masih aktif, dan bahkan ada guru yang namanya masih aktif tapi orangnya sudah meninggal,” jelasnya.
Ia bilang, dari semua data tersebut, yang banyak kekosongan tenaga pendidik terletak pada guru PAUD di Pulau Taliabu. Pasalnya, tenaga pendidik di PAUD lebih dominan guru PPPK yang berpindah profesi.
Selain itu, Pemkab Pulau Taliabu menargetkan ratusan data guru yang bermasalah akan bersih dalam dasbor Kemendikbud. Kemudian, setelah pemutakhiran data guru, pihaknya akan melakukan pemutakhiran data siswa di seluruh sekolah agar tidak ada data yang double.
“Tadi kami temukan di sistem itu ada data data ganda siswa sebanyak 25 persen dan itu akan kami verifikasi kembali. Sementara, data residu atau data yang tidak lengkap dalam proses verifikasi,” tutupnya.
___
Penulis: La Ode Hizrat Kasim
Pemerintah Kota Ternate terus menggenjot pendataan kepesertaan dalam program perlindungan dan jaminan sosial. Upaya tersebut…
Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman meninjau sejumlah program pembangunan yang dianggarkan dalam APBD di…
Hujan Tak Lagi Menggamit Kota September datang dengan matahari yang panjang menjemur jalan mengeraskan tanah…
Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pulau Taliabu, Maluku Utara giat sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum…
“Ake dege moi ka fo ahu [Setetes air untuk kehidupan]” Ungkapan penuh makna di atas…
Adira Finance akan menggelar Adira Expo di Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 25-27…