News  

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Foto bersama FT Ternate dan DDC usai melakukan penanaman di laut Jambula. Foto: Istimewa/cermat

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang menggunakan media spider block atau rangka besi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama kelompok binaan CSR Pertamina Patra Niaga, Gamlamo Diving Club dan difokuskan di wilayah Ring 1 Fuel Terminal (FT) Ternate, khususnya kawasan pesisir Kelurahan Jambula dan Kastela.

CDO FT Ternate Citra Lesmana Simanjuntak mengatakan kegiatan tersebut telah dirancang sejak awal 2026 melalui proses focus group discussion (FGD) bersama sejumlah pihak terkait.

Menurutnya, program konservasi terumbu karang ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ekosistem pesisir di sekitar wilayah operasional FT Ternate.

“Ini sudah dirancang dari awal tahun melalui proses FGD. Hari ini kami melaksanakan penanaman terumbu karang menggunakan media spider block bersama kelompok binaan CSR Pertamina Patra Niaga,” kata Citra Kepada cermat Rabu, 24 September 2026

Ia bilang, upaya konservasi terumbu karang sebelumnya juga telah dilakukan pada 2025 dengan menggunakan media apartment dan ban bekas.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi, kedua media tersebut dinilai kurang sesuai dengan kondisi perairan karena mudah terseret arus.

Karena itu, pada pelaksanaan kali ini digunakan spider block yang dinilai lebih sesuai untuk mendukung proses penanaman terumbu karang di lokasi tersebut.

“Pada 2025 kami juga sudah melakukan konservasi menggunakan media apartment dan ban bekas. Setelah dievaluasi, media itu gampang terseret arus sehingga sekarang kami menggantinya dengan spider block,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut mendapat dukungan khusus dari Dodoku Dive Center dan FT Ternate. Program juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Kelurahan Jambula, serta akademisi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun.

Baca Juga:  Pemda Haltim Akan Menata Kembali Pasar Jiko Mobon untuk Prioritaskan Pedagang Lokal

Citra menyebutkan, program konservasi tersebut direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan pola pendampingan terhadap kelompok binaan.

Pendampingan itu, kata dia, tidak hanya diarahkan pada kegiatan penanaman terumbu karang, tetapi juga untuk membentuk kelompok yang mandiri dan memiliki keterampilan dalam menjalankan kegiatan konservasi secara berkelanjutan.

“Program ini direncanakan selama lima tahun dengan pendampingan. Harapannya, kelompok ini bisa mandiri dan punya keterampilan sehingga kegiatan penanaman terumbu karang bisa terus berjalan,” jelasnya.

Untuk lokasi, fokus utama program berada di wilayah Ring 1 FT Ternate, yakni pesisir Jambula dan Kastela.

Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang kolaborasi untuk mendukung kegiatan penanaman terumbu karang di wilayah lain apabila terdapat kerja sama dengan pemerintah maupun organisasi nonpemerintah atau NGO.

Namun, secara mandiri, kata Citra, prioritas utama tetap diarahkan pada kawasan pesisir yang berada di sekitar wilayah operasional FT Ternate.

“Kalau ada kerja sama dengan pemerintah atau NGO untuk membantu penanaman di lokasi lain, tentu terbuka kemungkinan. Tetapi secara mandiri, prioritas kami tetap menjaga lingkungan Ring 1 FT Ternate, khususnya Jambula dan Kastela,” pungkasnya.

Penulis: Eko PujiantoEditor: Rian Hidayat