News

Aksandri Kitong Dipolisikan Buntut Dugaan Menyebarkan SARA

Ketua GAMKI Halmahera Utara sekaligus anggota DPRD Maluku Utara, Aksandri Kitong, resmi dipolisikan buntut dugaan penyebaran isu sara dan provokasi yang beredar di group WA.

Pernyataan tersebut berbuntut panjang. Aksandri juga lantas dilaporkan ke polisi oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, melalui kuasa hukumnya, pada Senin, 30 Maret 2026.

Dugaan Provokasi dan Pasal Berlapis

Dalam potongan percakapan yang viral, Aksandry menuliskan kalimat: “Bilang langsung baku bunuh sdh” (Bilang langsung saling bunuh saja), “minta keamanan los” (minta pihak keamanan membiarkan), serta “supaya dong tau bahwa tong me siap” (supaya mereka tahu kami juga siap).

Tak hanya itu, ia juga diduga menyerukan untuk memboikot kegiatan yang diselenggarakan oleh Wakil Bupati Halut.

Penasihat Hukum Wakil Bupati, Hairun Rizal, menyatakan bahwa langkah hukum ini diambil karena pernyataan tersebut dinilai sangat berbahaya jika keluar dari mulut seorang pejabat publik.

“Kami secara resmi mengambil langkah hukum. Bukti tangkapan layar sudah kami kantongi. Sangat disayangkan kalimat provokasi seperti itu muncul dari seorang wakil rakyat,” tegas Hairun.

Pihak pelapor menjerat Aksandri dengan pasal berlapis, yakni Pasal 27A jo Pasal 45 ayat (3) UU ITE: Terkait penyerangan kehormatan atau nama baik melalui informasi elektronik (ancaman 4 tahun penjara).

Kemudian Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2024: Terkait penyebaran informasi yang bertujuan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan SARA (ancaman 6 tahun penjara).

Klarifikasi Aksandri: “Itu Bahasa Marah ke Internal”

Menanggapi laporan tersebut, Aksandri Kitong angkat bicara. Ia berdalih bahwa pernyataan “baku bunuh” tersebut bukan ditujukan untuk memicu konflik antarumat beragama, melainkan luapan emosi kepada anggotanya sendiri di internal GAMKI.

Aksandry menjelaskan, saat itu ia tengah dikritik habis-habisan oleh seorang anggota bernama Ian karena dianggap terlalu lembek dalam mengupayakan perdamaian pasca-insiden penghadangan pawai takbiran beberapa waktu lalu.

“Saya dibilang lombo (lembek), dibilang banci karena saya pilih jalur damai dengan teman-teman Front Pemuda Muslim. Kalimat itu saya tujukan ke Ian, supaya kalau dia tidak setuju dengan langkah damai saya, mending ‘baku bunuh’ saja dengan saya. Itu bahasa maraju (merajuk) saya ke dia,” jelas Aksandry.

Mengenai kalimat “siap”, Aksandry mengklaim maksudnya adalah kesiapan untuk melakukan konsolidasi aksi damai, bukan aksi kekerasan.

Siap Hadapi Proses Hukum

Aksandry menduga ada pihak-pihak yang sengaja menggoreng tangkapan layar tersebut untuk kepentingan politis. Meski begitu, ia menyatakan siap kooperatif jika dipanggil oleh kepolisian.

“Saya siap memberikan klarifikasi. Sebagai pejabat publik, kewajiban saya adalah menjaga perdamaian. Saya tidak ingin masalah ini terus dipelintir menjadi bola panas,” tandasnya.


Oleh : Tim Redaksi cermat

redaksi

Recent Posts

Polda Malut Terima 32 Senjata Api Ilegal dan 358 Butir Amunisi dari Masyarakat

Polda Maluku Utara menerima 32 senjata api dan 358 butir amunisi yang diserahkan masyarakat secara…

5 jam ago

Pasokan Solar Terbatas, Siantan Ternate Terapkan Ganjil-Genap Plat Kendaraan

Di tengah keterbatasan pasokan solar di Kota Ternate, PT Siantan Ternate menerapkan sistem penyaluran berdasarkan…

9 jam ago

Sambut Hari Jadi Propam Polri Ke-24, Polres Taliabu Salurkan Bansos

Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak 20 paket Sembilan Bahan Pokok…

18 jam ago

Dugaan Galian C Ilegal di Jalan Villa Dukono Kembali Beraktivitas, Pencopotan Garis Polisi Dipertanyakan

Aktivitas galian C yang diduga ilegal di Jalan Villa Dukono, Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten…

18 jam ago

Event TEMU 2026 Sajikan Kelas Puisi di IAIN Ternate

Rumah Literia bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ternate menggelar kelas menulis puisi bertajuk “Merangkai…

21 jam ago

Mahasiswa UNUTARA Aksi, Soroti Mandeknya Perkuliahan hingga Hak Dosen

Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menggelar demonstrasi di depan kampusnya, pada Selasa,…

21 jam ago