News

Aktivitas Pertambangan PT Feni Diduga Cemari Kali Kukuba di Halmahera Timur

PT Feni, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur, diduga mencemari Kali Kukuba yang berada di Desa Buli Asal, Kecamatan Maba.

Perubahan kondisi sungai tersebut dilaporkan terjadi secara drastis. Air Kali Kukuba kini tampak cokelat pekat dan dipenuhi lumpur, memicu kekhawatiran serius akan kerusakan ekosistem serta potensi hilangnya sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Dugaan pencemaran ini mencuat setelah beredarnya video berdurasi 1 menit 45 detik yang diunggah Ketua Salawaku Institut, Said Marsaoly, melalui Facebook. Dalam video itu terlihat jelas air sungai yang keruh dengan sedimentasi lumpur tebal, bahkan meluas hingga kawasan mangrove di pesisir Teluk Buli.

“Kukuba ini nadi kehidupan masyarakat pesisir. Kalau kondisinya sudah seperti ini, jelas ada masalah serius di bagian hulu,” tegas Said, saat dikonfirmasi, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, di wilayah hulu Kali Kukuba saat ini tengah berlangsung pembangunan infrastruktur listrik untuk mendukung operasional pabrik baterai oleh PT Feni bersama subkontraktornya, PT Buka Bumi Konstruksi. Aktivitas proyek tersebut diduga menjadi penyebab meningkatnya sedimentasi yang mencemari aliran sungai.

Said juga mengkritik proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek tersebut. Menurutnya, kajian dilakukan secara tertutup tanpa melibatkan masyarakat terdampak secara memadai.

“Ini bukti Amdal dijalankan asal-asalan. Tidak ada transparansi dan partisipasi bermakna dari warga, padahal merekalah yang paling merasakan dampaknya,” ujarnya.

Ia juga menilai dugaan pencemaran ini merupakan konsekuensi dari kebijakan industrialisasi besar-besaran di Halmahera yang dinilai lebih mengedepankan investasi dibandingkan perlindungan lingkungan dan masyarakat lokal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya mengonfirmasi PT Feni terkait video viral di media sosial mengenai dugaan pencemaran Kali Kukuba tersebut.

redaksi

Recent Posts

Bantah Jual Mobil Dinas, Kades di Morotai Minta Kasus Diusut

Kepala Desa Bere-Bere Kecil, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Remon Mozes, meminta…

16 menit ago

Polisi di Halmahera Tengah Bantah Tudingan Penipuan Bermodus Janji Nikah

Briptu AFM alias Andi, anggota polisi yang bertugas di Bensat Polres Halmahera Tengah, membantah tudingan…

9 jam ago

Hilang Tiga Hari, Aiptu Justinus Ditemukan Selamat

Seorang anggota Kepolisian, Aiptu Justinus Gilbertus Matwan, yang dilaporkan hilang selama tiga hari, akhirnya ditemukan…

19 jam ago

Semangat Kolaborasi Membangun Tidore

Oleh: Budhy Nurgianto   DI sela-sela perjalanan lintas provinsi di Pulau Sulawesi dari Manado ke…

22 jam ago

Tri Setiawan Usai Malut Kacangi Persis 5-2: Berkat Kerja Keras

Malut United menang telak 5-2 atas Persis Solo pada pekan ke-31 BRI Super League 2025-2026…

22 jam ago

Heboh Kades di Morotai Jual Mobil Dinas ke Tukang Besi Senilai Rp 500 Ribu

Seorang kepala desa berinisial R di Pulau Morotai, Maluku Utara, diduga menjual mobil dinas milik…

23 jam ago