Aliansi Masyarakat Morotai Jaya saat gelar aksi di depan Kantor Bupati. Foto: Aswan Kharie/cermat
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Morotai Jaya Tolak Tambang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin, 29 September 2025. Mereka mendesak Pemda segera mencabut izin pertambangan pasir besi di wilayah tersebut.
Kordinator aksi, Hamjad Mustika, menilai Pemda Morotai sejauh ini tidak menunjukan langkah tegas untuk menolak kehadiran perusahan tambang pasir besi yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat.
“Sejauh ini Pemda Morotai tak ada langkah alternatif untuk mencabut atau menolak tambang pasir besi di wilayah Kecamatan Morotai Jaya,” tegasnya.
Menurutnya, penolakan masyarakat terhadap tambang ini bukan hal baru. Namun kata dia, sejak tahun 2010, warga Desa Pangeo dan sekitarnya sudah berulang kali menyampaikan protes kepada Pemerintah Daerah.
Ia bilang, bahwa luas lahan yang telah dicaplok oleh PT Ausindo Anugerah Pasifik mencapai 6.460 hektare. Jika aktivitas pertambangan terus dibiarkan maka pasti akan kehilangan sebgaian besar wilayah pesisirnya.
“Dari informasi yang kami terima, pada Oktober 2025 perusahan tersebut akan mulai beroperasi. Bahakan pimpinan PT dan seluruh alat berat sudah dimobilisasi dan kini sudah berada di lokasi PT Labrosco,” tandasnya.
Berikut 6 poin tuntutan:
1. Pemda dan DPRD Harus Bertanggungjawab dalam pengoperasian tambang di Morotai.
2. Cabut 4 IUP yang beroperadi di Morotai
3. Mendesak Gubernur Maluku Utara segera cabut IUP PT.KAK DAN PT.AAP
4. Pemda segera selesaikan sengketa lahan di Morotai
5. Pemda harus transparansi pembahadan RT RW
6. Pemda segera tolak tempat pelatihan Militer AL di Desa Towara
Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang menyeret oknum Kepala Desa Woekob, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten…
Pemerintah Kota Ternate meluncurkan Program Nexus Gamalama sebagai upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana…
Tim Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate mulai melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan…
Polemik alokasi anggaran jaringan kanal senilai Rp40,8 miliar di Kabupaten Halmahera Timurl menjadi perhatian publik.…
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku…
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman, menegaskan audit kinerja yang dilakukan Inspektorat Pengawasan Daerah…