Ilustrasi bayi. Foto: Istimewa
Tenaga medis menyebut bayi yang ditemukan warga di sebuah tas di Kelurahan Kastela, Ternate Pulau, pada Senin pagi, 26 Januari 2026, mengalami hipotermia dan sesak napas.
Nurhafni, tenaga medis yang memberikan pertolongan pertama, mengatakan, bayi tersebut sempat dalam kondisi kritis saat dibawa ke puskesmas sekitar pukul 08.59 WIT tadi.
“Bayi ditemukan dalam kondisi suhu tubuh dingin dan warna kulit sangat pucat. Saat dievakuasi, bayi masih menyatu dengan ari-ari dan tali pusat yang belum dipotong.” Jelas Afni saat ditemui cermat.
Sang bayi laki-laki itu mengalami sesak napas dan tak henti menangis. Ia juga bilang kondisi tubuhnya memperihatinkan.
Tim medis segera melakukan prosedur SOP darurat untuk menyelamatkan nyawa bayi tersebut, seperti melakukan sterilisasi dan pemotongan tali pusat secara medis.
Kemudian pemasangan alat bantu pernapasan karena kondisi napasnya belum stabil. “Bayi segera dimasukkan ke dalam inkubator untuk memulihkan suhu tubuhnya dari kondisi kedinginan. Setelah itu pemeriksaan vital dilakukan penghisapan lendir serta pengecekan nadi dan detak jantung oleh dokter,” ujarnya.
Kendati demikian, menurut Afni, kondisi bayi mulai menunjukkan tanda-tanda membaik ditandai dengan warna kulit mulai memerah. “Namun, karena membutuhkan perawatan yang lebih intensif, bayi tersebut telah dirujuk ke RSUD untuk penanganan spesifik.”
Pihak kepolisian dari Polsek setempat, tim Inafis, serta Intel juga telah berkoordinasi dengan pihak medis untuk menindaklanjuti asal-usul bayi yang ditemukan di dalam tas belanja salah satu minimarket tersebut.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang…
Oleh: Budi Nurgianto (Jurnalis dan Anggota AJI Ternate) SETIAP kali bertemu dan ngobrol bersama kawan…
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate menetapkan owner investasi Zahra Berkah, SAHM alias Sahriyani, sebagai…
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pulau Morotai, Maluku Utara mengklarifikasi status…
Setelah sekitar delapan tahun terkendala persoalan pembebasan bangunan kafe, ruas jalan yang menghubungkan Desa Pandanga…
Sejumlah lembaga bantuan hukum, advokat, akademisi, pemerhati sosial, hingga elemen masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara,…