Pemda Taliabu saat mengikuti zoom meeting lintas sektor antar provinsi dalam dalam agenda mudik gratis. Foto: Istimewa
Sebanyak 302 penumpang asal Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula akhirnya dapat pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran melalui program mudik gratis.
Program ini disebut sebagai hasil perjuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, yang mendorong lahirnya sinergi lintas pemerintah daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Daerah Pulau Taliabu. Ketiga pihak menggelar rapat koordinasi lintas sektor melalui Zoom Meeting guna memastikan masyarakat perantauan dapat pulang tanpa harus menanggung biaya tiket yang biasanya mencapai Rp 500 ribu per orang.
Program mudik gratis ini menggunakan armada KM Sabuk Nusantara 57 dengan rute pelayaran Kendari – Bobong (Pulau Taliabu) – Lede – Tikong – Jorjoga – Falabisahaya (Kepulauan Sula) – Dofa – Malbufa – hingga Sanana.
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L Mus, menjelaskan program tersebut ditujukan bagi masyarakat Taliabu yang merantau di Kota Kendari dan sekitarnya agar dapat pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.
Menurutnya, mudik gratis ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pemprov Maluku Utara, Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara, Ketua Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, Pemprov Sulawesi Tenggara, serta Pemerintah Daerah Pulau Taliabu.
Selain itu, rapat koordinasi juga melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Pihak yang turut terlibat antara lain Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Taliabu, Lanal Kendari, Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara, PT Pelindo Terminal Petikemas Kendari, dan PT Uki Raya Lines, serta perwakilan calon penumpang.
“Seluruh tiket perjalanan mudik akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Daerah Pulau Taliabu sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat pulang ke daerah asal dengan aman dan nyaman,” kata Sashabila kepada cermat, Sabtu, 14 Maret 2026.
Dari total 302 penumpang yang diberangkatkan, sebanyak 232 orang bertujuan ke Bobong, 14 orang ke Lede, 29 orang ke Tikong, dan 4 orang ke Jorjoga di Pulau Taliabu. Sementara itu, 23 penumpang menuju Falabisahaya di Kepulauan Sula dan 3 orang lainnya menuju Sanana.
Perjalanan laut menuju wilayah Kabupaten Pulau Taliabu diperkirakan memakan waktu sekitar 18 jam pelayaran.
Sashabila menambahkan, sebagian besar peserta mudik gratis merupakan warga Taliabu yang selama ini merantau. Program tersebut juga menjadi solusi atas keterbatasan kapasitas angkutan laut menjelang musim mudik Lebaran.
“Kami berharap program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat Taliabu di perantauan untuk pulang kampung, sekaligus mempererat kebersamaan menjelang perayaan hari raya,” tutupnya.
Sejumlah penulis dan pegiat literasi resmi menyepakati sebuah event Ternate Menulis (TEMU), yang akan menjadi…
Proses penetapan pimpinan baru di tubuh Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate mulai menemukan…
Sebanyak 11 masyarakat adat dari Maba Sangaji mengajukan Permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Pengadilan…
Praktisi hukum Maluku Utara, Wahyuningsi Madilis, mendesak Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Polda…
Oleh: Yanuardi Syukur Pengajar Antropologi Globalisasi di Universitas Khairun, Ternate "Shifting goals, unclear timelines and…
Suasana hangat di Kafe Jarod pada Kamis sore, 13 Maret 2026, tak hanya diisi dengan…