News

BNNP Maluku Utara Dinilai Lambat Tangani Kasus Pegawai Lapas Ternate

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara hingga kini belum menuntaskan penanganan kasus narkotika yang melibatkan oknum pegawai Lapas Kelas IIA Ternate dan dua orang narapidana.

Dalam konferensi pers pada Kamis, 4 April 2024, BNNP Maluku Utara mengumumkan penangkapan empat orang tersangka dalam kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan total barang bukti seberat bruto 96,78 gram. Meski kasus ini telah berjalan lebih dari satu tahun, proses hukumnya belum menunjukkan kejelasan.

Para tersangka yang terlibat masing-masing berinisial IK (37), seorang petugas sipir; dua narapidana, AL (31) dan RR (53); serta seorang petugas keamanan (security) berinisial AR (34). Saat ini, IK telah dibebaskan karena masa penahanannya telah berakhir, meskipun status hukumnya belum sepenuhnya jelas.

Kasus ini menuai perhatian dari praktisi hukum Maluku Utara, Hendra Karianga, yang mendesak BNNP segera menuntaskan proses hukum terhadap seluruh tersangka, tanpa pandang bulu.

“Ini masalah serius. Petugas lapas yang seharusnya menegakkan aturan justru terlibat dalam peredaran narkoba. BNNP tidak boleh membiarkan kasus ini berlarut-larut. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas Hendra saat dikonfirmasi, Rabu, 28 Mei 2025.

Menurut Hendra, proses hukum harus ditegakkan secara adil tanpa diskriminasi. Ia menekankan bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

“Jika masyarakat biasa yang terlibat narkoba langsung diproses hukum, maka petugas lapas pun harus diperlakukan sama tanpa pengecualian,” tambahnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi media ini kepada pihak BNNP Maluku Utara terkait perkembangan kasus tersebut belum mendapat tanggapan hingga berita ini tayang.

redaksi

Recent Posts

Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Melejit di 2026, Tertinggi di Indonesia

Ekonomi Maluku Utara kembali mencatat pertumbuhan tinggi pada 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi…

11 jam ago

Ningsi Defretes Kini Nahkodai Forum Studi Independensia

Forum Silaturahmi Independensia (FSI) memilih Ningsi Defretes sebagai Koordinator Forum Studi Independensia periode 2026-2027. Ningsi…

12 jam ago

Nyaris Bentrok Polisi Vs TNI di Pulau Morotai Jelang HUT Kemerdekaan, Ada Apa?

Ketegangan antara anggota TNI AD dari Yonif 822/Satria Magawe dan personel Polres Pulau Morotai, Maluku…

15 jam ago

Ekonomi Maluku Utara Tumbuh Tinggi, Penduduk Miskin Justru Bertambah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan kedua tahun 2026 adalah…

23 jam ago

Fahreza Ogah Tanggapi Dugaan Fraud Rp1,8 Miliar Bank Maluku Malut di Taliabu

Dugaan fraud berupa penyalahgunaan wewenang yang disebut menimbulkan kerugian sekitar Rp1,8 miliar di Bank Maluku…

1 hari ago

BPS: Penduduk Miskin di Maluku Utara Bertambah Jadi 77,85 Ribu Jiwa

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Provinsi Maluku Utara pada Maret 2026…

2 hari ago