Categories: News

BNNP Malut Bongkar Kasus Narkotika Antar Lapas, Kini Satu Napi Jadi Tersangka

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara menetapkan seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Lapas Kelas IIA Ternate sebagai tersangka atas kepemilikan narkotika jenis shabu seberat 4,89 gram.

Kini narapidana dengan inisial SS itu telah dijemput di Lapas Ternate dan telah ditahan di Rutan BNNP Maluku Utara. Kasus ini berawal saat tim pemberantasan mengamankan istri dari SS dengan inisial KB.

SS sebelumnya telah ditangkap tim pemberantasan BNNP pada tahun 2023, dan di akhir tahun 2025 ini dinyatakan Bebas Bersyarat (BP) oleh Pihak Lapas.

Plt. Kepala BNNP Maluku Utara, Kombes Pol Taryono Raharja dalam press release memaparkan kronologis penangkapan. Berawal pada 5 Agustus 2025, pihaknya mendapatkan informasi adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kecamatan Ternate Tengah.

“Tim Pemberantasan mengecek salah satu kamar kosan-kosan dimaksud yang penghuninya berinisial KB yang mengaku bahwa dia menerima paket diduga sabu yang dikirim melalui jasa pengiriman Lion Parcel,” jelas Taryono, Jumat, 8 Agustus 2025.

Taryono menambahkan, setelah KB diinterogasi, dia mengakui paket tersebut milik suaminya yang merupakan narapidana di Lapas Ternate. Ketika paket dibuka benar saja berisi barang yang didiga sabu.

“Isinya 6 paket kecil diduga sabu. KB langsung digiring ke Lapas Ternate untuk menyerahkan paket ke pemiliknya (SS). Setelah itu tersangka dan barang bukti juga dibawa ke Kantor BNNP,” akuinya.

Taryono bilang, menurut pengakuan tersangka barang tersebut dipesan dari seorang rekanya yang juga narapidana yang ditahan di Makassar. Ini merupakan jaringan antar Lapas.

“Barang ini dikirim oleh seorang dengan inisial MA, merupakan warga binaan yang berada di Lapas Makassar. Ini dikomunikasi antar Lapas, kemudian dikirim ke Ternate,” ungkapnya.

Perwira polisi berpangkat tiga bunga ini mengungkapkan, jika paket berhasil diamankan akan diberikan imbalan uang Ro200 per saset sabu.

“Jadi semua ada 6 seset sabu. Nantinya ada orang lain lagi yang mengambil paket tersebut untuk diedarkan di Kota Ternate,” katanya.

Kini tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 112 ayat (1) Undang – undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancaman pidana kepada tersangka yakni penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 20 tahun, dan denda minimal 1 milar dan maksimal 10 miliar,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Pansus II DPRD Ternate Finalisasi 2 Ranperda, Atur Cadangan Pangan dan Investasi Pro-UMKM

Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…

11 jam ago

Disdik Morotai Beri Penjelasan soal Bantuan Pendidikan tak Kunjung Disalurkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…

12 jam ago

Jaksa Kembali Periksa Sekda Malut, Dalami Kasus Korupsi Anggaran Mami dan WKDH

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…

13 jam ago

Satgas Saber Buka Hotline Pengaduan di Malut, Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…

16 jam ago

Bantuan Pendidikan 2023 Belum Disalurkan, HMI Morotai Desak Inspektorat Lakukan Audit

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pulau Morotai meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah melakukan…

18 jam ago

Rizal Marsaoly: Pers Adalah Kunci Pembangunan Negeri

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan apresiasinya terhadap peran media dalam momentum Hari Pers…

19 jam ago