Categories: NewsUncategorized

Di Masa Kepemimpinan Kajati Budi Hartawan, Ini 6 Kasus yang Ditingkatkan ke Penyidikan

Kejakasaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara membeberkan sejumlah kasus dugaan korupsi yang telah ditingkatkan ke penyidikan, terutama di masa kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Budi Hartawan Panjaitan.

Memasuki masa jabatan ke-8 bulan pasca dilantik Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung), ada 6 kasus dugaan korupsi yang telah ditingkatkan ke penyidikan. Antara lain sebagai berikut:

  1. Dugaan tindak pidana korupsi anggaran pengunaan pinjaman Pemda Halmahera Barat sebesar Rp 159 miliar pada Bank BPD Cabang Jailolo. Anggaran ini membiayai sejumlah paket pekerjaan yang terindikasi Pemda kesulitan melakukan pembayaran terhadap paket pekerjaan sehingga menimbulkan hutang kepada pihak ketiga.
    2. Kasus dugaan korupsi belanja bahan-bahan sembako atas kegiatan pengeluaran paket bantuan terkait Covid-19 pada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Maluku Utara.
    3. Kasus pengadaan alat praktek dan peraga kapal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) yang diperuntukan untuk SMK N 1 Morotai dan SMK N 4 Kota Ternate.
    4. Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pernyataan modal/investasi Pemkot Ternate tahun 2016 pada Bank BPRS Ternate.
    5. Kasus dugaan korupsi anggaran makan minum dan perjalanan dinas Wakil Kepala Daerah (WKDH).
    6. pidana korupsi Penyalahgunaan Pengelolaan Keuangan dan Dana Penyertaan Modal/Investasi PT. Alga Kastela Bahari Berkesan pada Pemerintah Kota Ternate.

6 kasus ini disampaikan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Ardian didampingi Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Efrianto di Kantor Kejati Maluku Utara, Rabu, 25 Oktober 2023.

Ardian, kepada awak media mengatakan, dari 6 kasus ini terdapat 4 kasus masih akan dilakukan penghitungan kerugian keuangan negara baik dari BPK maupun BPKP.

“Sementara, untuk kasus BPRS dan PT. Alga, hasil penghitungan kerugian keuangan negara sudah diterima dan selanjutnya menunggu pemeriksaan keterangan ahli,” ucapnya.

Ardian bilang, jika keterangan ahli di Manado telah dikantongi,  pihaknya langsung mengadakan ekspos bersama tim penyidik.

“Yang dimaksud Ekspos penetapan tersangkanya,” pungkasnya.

——

Penulis: Samsul Laijou

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

Ada 1.692 Anak Tidak Sekolah di Pulau Taliabu

Pemerintah mencatat, terdapat sebanyak 1.692 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Pulau Taliabu, Maluku Utara setelah…

2 jam ago

Kebudayaan Lokal, Fondasi Pembangunan Halmahera Tengah: Saatnya Masuk Muatan Lokal

Oleh: AGUS HI JAMAL Halmahera Tengah memiliki kekayaan kebudayaan lokal yang tidak hanya berupa benda…

3 jam ago

Cerebrum-Cerebellum!

Waktu itu, aku sedang menertawakan mereka yang sedang menertawakan sesuatu. Bulan terik berkilau menyusuri celah-celah…

3 jam ago

DLH Morotai Olah Limbah Pasar Jadi Kompos

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Maluku Utara mulai mengolah sampah organik dari pasar menjadi…

3 jam ago

Fitrawan Popa Jabat Camat Morselbar, Rio Pawane Minta Perkuat Pelayanan Warga

Muhammad Fitrawan Popa resmi menjabat sebagai Camat Morotai Selatan Barat (Morselbar) menggantikan Syamsul Bachri Y.…

4 jam ago

Jarak Pandang di Morotai Menurun akibat Kabut Asap, Nelayan Diminta Ekstra Hati-hati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul…

15 jam ago