News

Hak Pekerja Belum Dibayar, Dua RKB SMAN 1 Taliabu Dipalang, Ini Penjelasan Kepsek

Dua Ruang Kelas Baru (RKB) di SMA Negeri 1 Pulau Taliabu, Maluku Utara, dipalang oleh sejumlah pekerja akibat belum dibayarkannya upah mereka.

Proyek pembangunan RKB tersebut dikerjakan oleh CV Annizart General dengan anggaran sebesar Rp2,2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Maluku Utara. Meski pembangunan diklaim telah rampung pada Februari 2026, masih ada sejumlah kewajiban yang belum diselesaikan.

Beberapa di antaranya mencakup biaya retasi truk, material pasir, serta gaji pengawas lokal di lapangan. Kondisi ini memicu kekecewaan para pekerja dan pihak terkait, hingga akhirnya mereka melakukan pemalangan terhadap dua ruang kelas tersebut sebagai bentuk protes.

Anto, selaku pengawas lapangan, mengaku pihaknya merasa dirugikan dan menyebut aksi pemalangan sebagai langkah terpaksa demi menuntut hak yang belum dibayarkan, khususnya jasa mobil dan upah kerja.

Ia juga meminta Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, segera memanggil instansi terkait dan pihak kontraktor untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar aktivitas sekolah dapat kembali normal.

“Kami berharap Gubernur bisa memanggil pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah ini. Kami juga punya kebutuhan hidup dan tanggungan keluarga, termasuk biaya pendidikan,” ujar Anto, Senin, 27 April 2026.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pulau Taliabu, Dahlan Fazir, menegaskan pihak sekolah tidak terlibat dalam persoalan tersebut. Ia menyebut pemalangan merupakan urusan antara pekerja dan kontraktor.

“Kami hanya penerima manfaat. Namun, sebaiknya tidak dilakukan pemalangan karena ini persoalan antara penyedia dan pekerja,” katanya.

Ia menambahkan, bangunan RKB tersebut bahkan telah diresmikan dan pelakatnya sudah ditandatangani oleh Gubernur Maluku Utara. Menurutnya, penyelesaian hak pekerja sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor dan instansi terkait.

Meski demikian, Dahlan mengaku sebenarnya pihak sekolah bisa saja membuka palang tersebut. Namun, ia memilih menunggu hingga persoalan antara pekerja dan kontraktor diselesaikan.

“Kalau mau dibuka sebenarnya bisa saja, tapi kami menghargai proses penyelesaian masalah mereka. Dari sisi sekolah, tidak ada persoalan,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Pendataan Jaminan Sosial Ternate Keluar dari Zona Merah

Pemerintah Kota Ternate terus menggenjot pendataan kepesertaan dalam program perlindungan dan jaminan sosial. Upaya tersebut…

7 jam ago

Tauhid Cek Program APBD 2026, Sampah dan Penerangan Disorot

Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman meninjau sejumlah program pembangunan yang dianggarkan dalam APBD di…

8 jam ago

Hujan Tak Lagi Menggamit Kota

Hujan Tak Lagi Menggamit Kota September datang dengan matahari yang panjang menjemur jalan mengeraskan tanah…

1 hari ago

KPU Pulau Taliabu Sosialisasikan Pergantian Anggota Legislatif Antar Waktu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pulau Taliabu, Maluku Utara giat sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum…

1 hari ago

240 Guru di Pulau Taliabu Tak Lagi Mengajar

240 guru di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara tidak lagi melakukan aktivitas belajar mengajar. Hal…

1 hari ago

Perumda Ake Gaale Gelar Salat Istisqa: “Ake dege moi ka fo ahu”

“Ake dege moi ka fo ahu [Setetes air untuk kehidupan]” Ungkapan penuh makna di atas…

1 hari ago