News

Status 3T Dicabut, Disdik Taliabu Pastikan Program Afirmasi Tetap Berjalan

Pencabutan status daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai tidak berdampak signifikan terhadap sektor pendidikan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Taliabu, Damruddin Rahman mengatakan tidak seluruh skema afirmasi pendidikan ikut dihentikan meski status 3T Taliabu dicabut.

Menurut Damruddin, penentuan status 3T didasarkan pada data yang dikelola pemerintah pusat, termasuk data pendidikan yang terhubung dengan sejumlah kementerian untuk menentukan bantuan sekolah di wilayah terpencil.

“Data pada Kemendikbud itu terkoneksi dengan Kemendes lalu Kemendagri dan dilihat lagi mana sekolah yang masuk daerah terpencil. Sehingga, yang masuk pada wilayah terpencil tetap diberikan bantuan afirmasi,” kata Damruddin kepada cermat, Kamis (6/8/2026).

Ia bilang, hingga saat ini tenaga pendidik di wilayah terpencil Pulau Taliabu masih menerima tunjangan guru daerah terpencil (Dacil). Selain itu, sekolah juga masih mendapatkan Dana BOS Afirmasi.

“Sampai saat ini, Dinas Pendidikan Pulau Taliabu masih diberikan tunjangan guru pada Dacil dan BOS Afirmasi meski status 3T telah dicabut. Jadi, tidak berdampak buruk terhadap Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Damruddin mengaku pencabutan status 3T sebelumnya memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebab, muncul anggapan bahwa seluruh program afirmasi yang berkaitan dengan status tersebut akan dihentikan.

Namun kata dia, tidak semua program afirmasi pendidikan bergantung pada status 3T. Sekolah yang masuk dalam kategori wilayah terpencil masih dapat menerima dukungan dari pemerintah pusat.

Ia juga menegaskan bahwa pencabutan status 3T bukan merupakan usulan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat berdasarkan evaluasi terhadap data dan perkembangan daerah.

“Itu keputusan Pempus. Intinya adalah data dan data. Saya sempat ditanya oleh Pempus dan staf mereka melihat data sekolah dan guru. Namun, semua yang berkaitan dengan 3T terhadap pendidikan itu tidak dihapus. Intinya, sampai saat ini belum ada dampaknya,” katanya.


Penulis: La Ode Hizrat Kasim

redaksi

Recent Posts

Hujan Tak Lagi Menggamit Kota

Hujan Tak Lagi Menggamit Kota September datang dengan matahari yang panjang menjemur jalan mengeraskan tanah…

3 jam ago

KPU Pulau Taliabu Sosialisasikan Pergantian Anggota Legislatif Antar Waktu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pulau Taliabu, Maluku Utara giat sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum…

4 jam ago

240 Guru di Pulau Taliabu Tak Lagi Mengajar

240 guru di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara tidak lagi melakukan aktivitas belajar mengajar. Hal…

4 jam ago

Perumda Ake Gaale Gelar Salat Istisqa: “Ake dege moi ka fo ahu”

“Ake dege moi ka fo ahu [Setetes air untuk kehidupan]” Ungkapan penuh makna di atas…

4 jam ago

Adira Expo Digelar di Taman Nukila Ternate, Ada DP Mulai 10 Persen hingga Undian Pelunasan Cicilan

Adira Finance akan menggelar Adira Expo di Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 25-27…

7 jam ago

Upah Lembur Pekerja Diduga Tak Dibayar, PT SSS Dilaporkan ke Disnaker Malut

Dua orang pekerja di PT Sarana Sukses Sejahtera (PT SSS) bernama Nasir dan Irgi, melalui…

12 jam ago