Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad menyampaikan sambutan dalam peluncuran Program RINDANG BERSERI di Aula Kantor Kecamatan Ternate Utara. (Foto: Istimewa)
Masyarakat Maluku Utara diajak memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan serta menjaga inflasi daerah.
Ajakan itu diutarakan dalam peluncuran Program RINDANG BERSERI (Rica dan Kangkung dalam Kampung, Berkualitas dan Asri) yang diinisiasi Bank Indonesia melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Maluku Utara.
Peluncuran program RINDANG BERSRI menjadi bagian dari agenda Maluku Utara Bangkit Jaga Inflasi untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mengatakan RINDANG BERSERI merupakan upaya memperkuat pengendalian inflasi dari sisi pasokan, khususnya komoditas pangan yang harganya mudah berfluktuasi.
Fadhil menuturkan bahwa masyarakat didorong memanfaatkan lahan produktif untuk menanam rica dan kangkung sehingga sebagian kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara mandiri.
“Program ini bukan sekadar gerakan menanam, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga,” kata Fadhil dalam acara peluncuran di Ternate, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut penting dilakukan mengingat tekanan inflasi Maluku Utara masih dipengaruhi kelompok pangan bergejolak.
Di Kota Ternate misalnya, Ia bilang, inflasi year-to-date (ytd) hingga Juli 2026 tercatat 4,82 persen meski secara bulanan mengalami deflasi 0,67 persen.
“Komoditas seperti ikan cakalang, tomat dan cabai rawit menjadi sejumlah penyumbang tekanan harga pangan,” ucapnya.
Karena itu, kata dia, upaya menguatkan ketahanan pangan secara mandiri akan sangat membantu daerah menjaga inflasi.
Fadhil menambahkan, pihaknya berharap program tersebut tidak berhenti pada penanaman, tetapi mampu meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan inflasi.
Pelaksanaan RINDANG BERSERI saat ini melibatkan Tim Penggerak PKK Kota Ternate dan diarahkan berjalan di tujuh kecamatan, dimulai dari Kecamatan Ternate Utara.
Ketua TP PKK Ternate Marliza M Tauhid di kesempatan yang sama mengatakan, melalui program ini, masyarakat dituntut berpartisipasi menekan kenaikan harga pangan. Ia bilang, program serupa juga sejalan dengan kegiatan TP PKK terkait ketahanan pangan.
“Kenapa ini diambil karena sesuai dengan program kita yaitu Kepatang Emas. Kita berharap masyarakat juga berpartisipasi menekan laju inflasi di Kota Ternate,” ujarnya.
Masjid Nurul Fasyah di Kelurahan Takome, Ternate Barat, Kota Ternate, kembali dibangun. Pembangunan rumah ibadah…
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meminta seluruh pemerintah kabupaten dan pemerintah desa bergerak cepat memperbaiki…
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, membutuhkan dukungan anggaran lebih dari Rp2 triliun dari pemerintah…
HALMAHERA UTARA – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali mendorong pengembangan sumber daya manusia di…
Pelaksanaan Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Ternate, Maluku Utara, tidak hanya…
Upaya menjaga keberadaan Bahasa Ternate terus didorong oleh berbagai kalangan, termasuk melalui diskusi kebudayaan bertajuk…