News

Ingatkan Sejarah, Sultan Ternate Kritik Klaim Negara Atas Tanah Adat

Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Sjah, juga anggota DPD RI melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pertanahan pemerintah pusat yang dinilai kerap mengklaim lahan di daerah sebagai tanah negara tanpa mempertimbangkan aspek historis dan hak asal-usulnya.

Pernyataan itu disampaikan Hidayatullah saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPD RI dengan Badan Akuntabilitas Publik (BAP), belum lama ini.

Dalam forum tersebut, dirinya menegaskan bahwa negara tidak bisa secara sepihak menetapkan status tanah, terutama pada wilayah yang secara turun-temurun telah dikelola oleh kesultanan jauh sebelum Indonesia merdeka.

[irp]

“Jangan mentang-mentang sudah Indonesia, lalu semua ini mau diklaim sebagai tanah negara. Negara dapat tanah di Kesultanan Ternate ini dari mana? Kita ini berintegrasi atau dianeksasi?” tegasnya dalam video yang juga viral.

Menurut ia, pendekatan negara dalam melihat persoalan agraria tidak cukup hanya bertumpu pada aspek administratif. Ia menilai, dimensi sejarah dan sosiologis masyarakat adat juga harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem pengelolaan tanah di Kesultanan Ternate telah tertata sejak lama melalui pembagian hak adat. Di antaranya, Aha Kolano sebagai tanah milik Sultan, Aha Soa yang dikelola oleh marga-marga adat, serta Aha Cucatu yang diperuntukkan bagi kepentingan individu.

[irp]

Namun, kondisi tersebut kerap diabaikan ketika negara melihat adanya potensi sumber daya alam di suatu wilayah.

“Ketika di tanah itu ada nikel, emas, atau mangan, masyarakat adat justru tersingkir dan dipaksa keluar,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Hidayat mengingatkan bahwa persoalan tanah yang tidak ditangani secara adil berpotensi menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

[irp]

Ia bahkan menyebut, konflik agraria bisa menjadi faktor yang memengaruhi keberlangsungan Republik Indonesia di masa mendatang.

“Persoalan tanah ini harus dilihat lebih jeli dan berani. Karena ke depan, bisa saja ini menjadi penentu nasib republik,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Terima Paket Ganja 55,26 Gram, Seorang Pemuda di Tobelo Ditangkap Polda Malut

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja di…

3 jam ago

Disperindag Ternate Hadirkan Kios Pangan Aman di Kawasan Pasar

Pemerintah Kota Ternate melalui kolaborsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan akan…

12 jam ago

Pemkab Taliabu Atasi Hama Kelapa dengan Metode Injeksi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, melakukan pengendalian hama Sexava SP di Desa Talo,…

23 jam ago

Begini Kesiapan Panitia Pilkades Pulau Taliabu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, membekali dan mematangkan pembentukan panitia Pemilihan Kepala Desa…

23 jam ago

Jejak Kotor Industri Nikel di Halmahera

Laporan investigasi organisasi masyarakat sipil Indonesia dan Korea Selatan mengungkap dugaan kerusakan lingkungan serta dampak…

1 hari ago

Yuk Datang! Festival Salawaku 2026 Siap Meriahkan Benteng Oranje

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara kembali menghadirkan Festival Salawaku 2026. Kegiatan yang menggabungkan promosi…

1 hari ago