Advetorial

IWIP dan WBN Perkuat Sinergi UMKM Lokal untuk Gerakkan Ekonomi Daerah

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) terus memperkuat kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tangguh dan inklusif melalui sinergi strategis dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen IWIP dan WBN untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan, di mana perkembangan kawasan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sejak 2021, IWIP dan WBN telah menggandeng berbagai UMKM dari sektor penunjang industri, seperti penyedia bahan pangan, pakaian dan perlengkapan kerja, bahan bakar minyak dan gas industri, jasa transportasi dan akomodasi, pengolahan kayu, hingga penyedia obat-obatan dan alat kesehatan.

Pedagang lokal di Gate 2 Kawasan Weda Bay Project. Foto: PT IWIP

Melalui kemitraan ini, para pelaku usaha di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari rantai pasok kawasan industri nikel. Hingga Semester I 2025, total nilai kerja sama IWIP dan WBN dengan UMKM lokal tercatat mencapai sekitar Rp4,4 triliun, mencerminkan peran penting sektor usaha kecil dalam mendukung aktivitas industri serta pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.

General Manager External Relations IWIP, Yudhi Santoso, menyampaikan bahwa keberadaan UMKM memiliki peran ganda dalam ekosistem industri. Di satu sisi, UMKM menjadi mitra penting dalam memastikan kelancaran operasional kawasan industri. Di sisi lain, mereka berperan sebagai penggerak utama ekonomi lokal yang berkontribusi terhadap terbukanya lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kemitraan dengan UMKM adalah bentuk nyata komitmen IWIP dan WBN untuk menciptakan nilai ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kawasan industri membawa dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Yudhi Santoso, Kamis, 27 November 2025.

Dampak positif itu turut dirasakan oleh Johani (37), pedagang sembako yang berjualan di sekitar Gate 2 IWIP sejak 2023. Ia mengaku aktivitas ekonomi di kawasan industri dan pertambangan menjadi sumber utama penghidupan keluarganya.

“Kami bersyukur, dengan adanya IWIP dan WBN kami bisa berjualan di sini. Kalau tidak ada, mungkin kami tidak tahu harus mencari nafkah di mana lagi,” tuturnya. Usaha kecil yang dijalankan Johani kini mampu menopang kebutuhan rumah tangga serta biaya pendidikan anak-anaknya.

Selain kemitraan dengan UMKM, IWIP dan WBN juga konsisten menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan. Sejak 2018, IWIP dan WBN telah menjalankan berbagai inisiatif di bidang pendidikan, sosial dan budaya, infrastruktur, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pembangunan fasilitas publik yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

IWIP dan WBN berharap kehadiran industri di Weda Bay, Maluku Utara, dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang bersama kawasan industri. (RLS/ADV)

redaksi

Recent Posts

Polres Morotai Pastikan Akan Tindak Tegas Bripda Rian atas Dugaan Penggelapan Mobil Pajero

Kapolres Pulau Morotai, Dedi Wijayanto, menegaskan akan menindak tegas anggotanya yang diduga terlibat kasus penggelapan…

2 jam ago

Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Polisi Ringkus 2 Warga Bastiong, Ternate

Satuan Reserse Narkoba Polres Ternate meringkus dua pria berinisial S.I. (44) dan I.I. (29) yang…

2 jam ago

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Malut, Minggu 1 Maret 2026

Selamat menjalankan ibadah puasa. Hari ini, Sabtu, 28 Februari 2026 adalah hari kesepuluh ibadah pada…

8 jam ago

Koalisi di Maluku Utara Desak Prabowo dan DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat

Isu masyarakat adat tak pernah benar-benar reda. Setiap tahun, ratusan komunitas adat di berbagai daerah…

9 jam ago

Keluhkan Pemadaman Listrik Molor, Warga Morotai: Buka Puasa Terganggu

Sejumlah warga di Pulau Morotai, Maluku Utara mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung lebih lama dari…

9 jam ago

Denda Rp500 Miliar Dinilai Bukan Solusi, JATAM Desak Cabut Izin PT Karya Wijaya

Langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menjatuhkan denda administratif lebih dari Rp 500…

1 hari ago