News

Jurnalis Halmaheranesia Diteror Orang Tak Dikenal Usai Beritakan Lahan Ilegal di Ngade

Seorang pria tak dikenal mengaku sebagai Kasat Reskrim Polres Ternate melakukan ancaman terhadap jurnalis halmaheranesia, Iksan Muhammad, pada Sabtu, 19 April 2025, sekitar pukul 23.22 WIT.

Pelaku menggunakan akun WhatsApp dengan foto profil dan nama AKP Widya Bhakti Dira, Kasat Reskrim Polres Ternate. Ia menghubungi redaksi halmaheranesia menggunakan nomor tersebut dan meminta agar berita terkait masalah lahan di Kelurahan Ngade, Kota Ternate, yang dipublikasikan segera dihapus.

Berita tersebut dapat dibaca di halmaheranesia.com dengan judul: Pemkot Ternate Segel Pembukaan Lahan Ilegal di Ngade.

Pria ini diduga mendapatkan nomor telepon dari kotak redaksi halmaheranesia. Dalam percakapannya melalui pesan suara WhatsApp kepada kru halmaheranesia, Rifki Anwar, ia menanyakan kehadiran jurnalis saat proses penyegelan.

“Itu anggota (jurnalis) siapa yang turun ke lapangan, ya. Saya Kasat Reskrim Ternate. Kontak wartawan di lapangan berapa, supaya saya pertanyakan jelasnya,” ujar pelaku.

Ia juga mengaku telah menghubungi pimpinan redaksi dari media-media lain yang memberitakan kasus yang sama, dan meminta mereka untuk tidak lagi menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Justru itu semua media menaikkan, sudah kami hubungi redaksi itu. Sama anda juga ini makanya kami hubungi,” tambahnya.

Jurnalis halmaheranesia, Iksan Muhammad mengaku menerima telepon dari pria tak dikenal itu dengan nada suara yang sedikit keras dan mengandung ancaman. Pelaku meminta agar berita penyegelan lahan oleh Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas PUPR segera dihapus.

“Dia meminta saya untuk segera menghapus berita terkait penyegelan lahan oleh Pemerintah Kota Ternate melalui PUPR. Kalau tidak, katanya saya akan dilaporkan ke polisi,” ungkap Iksan.

Ia meminta agar masalah ini jangan lagi di-follow up. Sebab, kata dia, pemilik lahan merasa dirugikan. Pria tersebut juga mengaku semua administrasi serta izin pembukaan lahan telah dikantongi.

“Dia bilang, ada izin pembukaan lahan. Jadi tidak perlu buat berita. Kalau tidak akan diproses secara hukum,” katanya.

Sementara itu, AKP Widya Bhakti Dira saat dikonfirmasi menegaskan bahwa nomor yang digunakan pelaku bukan miliknya.

“Itu bukan nomor saya. Saya hanya punya satu nomor. Itu penipuan,” ujar Widya, Minggu, 20 April 2025.

AKP Widya juga menyatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki kasus ini agar hal serupa tidak terulang.

“Terima kasih informasinya, nanti kami akan lidik,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Berpulang di Usia 68 Tahun, Ini Jejak yang Ditinggalkan Al Yasin Ali

Kabar duka datang dari Maluku Utara. Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin Ali,…

7 jam ago

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Berpotensi Tsunami

Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026.…

7 jam ago

Demokrat Taliabu Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Sambut HUT ke-25

Partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia…

23 jam ago

Haknya Dipenuhi, 10 Pekerja Akhiri Perselisihan dengan PT Position

Perselisihan hubungan industrial antara 10 pekerja dan PT Position di Maluku Utara resmi diselesaikan secara…

1 hari ago

BI Catat Transaksi Nontunai di Malut Terus Meluas

Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara terus berkembang.…

2 hari ago

Seorang Pemuda Halmahera Utara Hilang di Hutan Desa Sukamaju

Seorang pemuda asal Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan hilang…

2 hari ago