News

Kader Posyandu di Morotai Mengaku Diberhentikan Sepihak oleh Kades

Seorang kader Posyandu di Desa Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur, Pulau Morotai, Maluku Utara mengaku diberhentikan secara sepihak oleh kepala desa setempat. Kader bernama Sutanti Posu itu menyebut keputusan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan terkesan sewenang-wenang.

Ia mengaku, pemberhentian dirinya dilakukan tanpa adanya teguran sebelumnya maupun pemberitahuan resmi dalam bentuk surat.

“Pemberhentian ini tidak bijaksana dan terkesan sewenang-wenang. Saya tidak pernah diberikan teguran, baik lisan maupun tertulis, tapi langsung diberhentikan,” ungkapnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Dirinya juga menyoroti tidak adanya proses musyawarah dalam pengambilan keputusan tersebut. Menurutnya, sejumlah aparat desa bahkan mengaku tidak mengetahui rencana pemberhentian ini.

“Tadi saya didatangi beberapa Kaur Desa, mereka juga kaget karena tidak ada musyawarah. Seharusnya kalau saya diberhentikan, minimal ada kesalahan atau keputusan bersama,” ujarnya.

Sutanti mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut, mengingat dirinya telah mengabdi sebagai kader Posyandu selama lebih dari delapan tahun dan selalu aktif dalam setiap kegiatan.

“Saya sudah 8 tahun lebih jadi kader dan selalu aktif. Tapi tiba-tiba diberhentikan tanpa alasan. Ini ada apa?” katanya.

Selain itu, ia bilang, bahwa haknya sebagai kader belum sepenuhnya dipenuhi, termasuk honor yang belum dibayarkan selama lima bulan terakhir.

“Gaji kami juga belum dibayar selama lima bulan. Tapi malah diberhentikan begitu saja,” tuturnya.

Atas kejadian ini, Sutanti meminta perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Morotai dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), untuk memanggil kepala desa dan meminta penjelasan.

“Saya minta Bupati dan PMD turun tangan, panggil kepala desa dan jelaskan apa alasan saya diberhentikan,” tegasnya.

Tidak hanya Sutanti, kepala desa setempat juga diduga memberhentikan seorang perangkat desa lainnya, yakni Kaur Desa atas nama Judin Tomori, tanpa alasan yang jelas.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Sangowo Barat, Murdi Matage, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait persoalan tersebut.

redaksi

Recent Posts

Ada 1.692 Anak Tidak Sekolah di Pulau Taliabu

Pemerintah mencatat, terdapat sebanyak 1.692 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Pulau Taliabu, Maluku Utara setelah…

24 jam ago

Kebudayaan Lokal, Fondasi Pembangunan Halmahera Tengah: Saatnya Masuk Muatan Lokal

Oleh: AGUS HI JAMAL Halmahera Tengah memiliki kekayaan kebudayaan lokal yang tidak hanya berupa benda…

1 hari ago

Cerebrum-Cerebellum!

Waktu itu, aku sedang menertawakan mereka yang sedang menertawakan sesuatu. Bulan terik berkilau menyusuri celah-celah…

1 hari ago

DLH Morotai Olah Limbah Pasar Jadi Kompos

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Maluku Utara mulai mengolah sampah organik dari pasar menjadi…

1 hari ago

Fitrawan Popa Jabat Camat Morselbar, Rio Pawane Minta Perkuat Pelayanan Warga

Muhammad Fitrawan Popa resmi menjabat sebagai Camat Morotai Selatan Barat (Morselbar) menggantikan Syamsul Bachri Y.…

1 hari ago

Jarak Pandang di Morotai Menurun akibat Kabut Asap, Nelayan Diminta Ekstra Hati-hati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul…

2 hari ago