Categories: News

Kantor PDIP Morotai Tak Terurus, Pengurus Sebut Hibah Lahan Jadi Kendala

Sekretaris DPC PDIP Pulau Morotai, Maluku Utara, Hean Rakomole, buka suara soal kondisi kantor partai yang kini terlihat tak terurus. Ia menyebut, gedung tersebut belum sepenuhnya ditempati karena persoalan hibah lahan yang hingga kini belum tuntas.

“Terkait kantor DPC PDI Morotai itu sebenarnya belum sepenuhnya dimiliki oleh pengurus DPC,” kata Hean, saat ditemui cermat di Pantai Armydok, Minggu, 13 September 2026.

Menurutnya, pembangunan kantor tersebut bermula dari bantuan mantan Bupati Morotai, almarhum Benny Laos. Saat itu, ada rencana agar sejumlah partai politik memiliki kantor dalam satu kawasan. Namun, rencana tersebut tidak disepakati karena beberapa partai telah menyiapkan lahan di lokasi berbeda.

Namun, kata dia, setelah kepengurusan DPC berganti dari Richard Samatara kepada Said Banyo, pengurus baru kembali menelusuri status lahan tempat kantor tersebut berdiri.

“Hibah lahan yang belum tuntas, sehingga DPC tidak sepenuhnya menempati kantor itu dan kami masih melakukan komunikasi,” ujarnya

Ia menyebut, lahan tersebut memiliki dua pihak yang disebut sebagai pemilik. Salah satunya bernama Egen, sedangkan pihak lainnya Labrosco atau Koko.

Menurut Hean, persoalan lahan itulah yang kemudian membuat pengurus DPC PDIP Morotai tidak menggunakan gedung tersebut secara penuh.

Meski kini terlihat tek terurus, Hean bilang kantor tersebut sebelumnya pernah digunakan untuk sejumlah aktivitas partai.

“Kantor itu pernah ditempati dan digunakan untuk beberapa kegiatan. Beberapa perabot juga sudah ada di dalam,” katanya.

Ia menjelaskan, persoalan hibah lahan membuat pengurus baru memilih menggunakan tempat lain sebagai sekretariat sementara.

“Karena persoalan hibah lahan, kepengurusan baru di bawah Said Banyo menyewa rumah di Desa Pandanga sebagai kantor sementara DPC,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pengurus masih melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Hean berharap persoalan hibah lahan dapat menemukan jalan keluar, termasuk melalui komunikasi dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Menurutnya, hal itu berkaitan dengan sejarah pembangunan kantor tersebut yang sebelumnya merupakan bantuan dari almarhum Benny Laos.

“Harapannya, karena ini peninggalan almarhum Benny Laos, komunikasi dengan Ibu Sherly bisa memberikan solusi,”tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Blokade Jalan Lumpuhkan Akses Empat Kecamatan di Morotai

Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Desa Sabatai Tua dan Desa Sabala, Pulau Morotai, Maluku…

6 menit ago

Survei: Upah Buruh PT IWIP Tak Cukupi Kebutuhan Hidup

Upah yang diterima buruh di kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera…

9 jam ago

Sekjend DPP Beberkan Peluang Nasri Abubakar Pimpin Demokrat Malut

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat…

9 jam ago

Hadapi 2027, Ake Ga’ale Siapkan Perluasan Jaringan Air Bersih

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Ga’ale Kota Ternate menyiapkan sejumlah program pengembangan jaringan…

9 jam ago

Rusli Sibua Ingatkan Pimpinan OPD Jangan Keluar Jalur Tupoksi

Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua, mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar…

9 jam ago

Kapolri Larang Vape, Polda Malut Siapkan Sanksi bagi Anggota

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melarang seluruh personel Polri…

10 jam ago