News

Kasus HIV/AIDS di Halmahera Tengah Meningkat, Tambang Jadi Pemicu

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan di tahun 2023, jadi 57 kasus.

Penanggung Jawab Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Halmahera Tengah, Irwan Halek mengungkapkan, dari 57 kasus tersebut, terdapat 34 kasus baru.

“Dari jumlah kasus itu, 23 kasus lama dan 34 kasus baru,” ungkap Irwan, Kamis, 14 Desember 2023.

Jika dirinci per wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), kata Irwan, temuan kasus baru terbanyak berada di dua PKM, yakni PKM Weda dan PKM Lelilef. Yang mana, kedua PKM tersebut mengalami peningkatan temuan kasus HIV/AIDS pada 2023 ini.

“PKM Weda 11 kasus baru dan PKM Lelilef 6 kasus,” katanya.

Baca juga: https://www.cermat.co.id/krisis-lahan-saat-kehadiran-perusahaan-tambang-warga-gemaf-halteng-kesulitan-tempat-perkuburan/

Menurut Irwan, peningkatan kasus itu disebabkan dari aktivitas perusahaan tambang yang juga memengaruhi mobilisasi penduduk.

“Penduduk masuk-keluar banyak, dibarengi dengan daerah industri. Lalu, PSK yang masuk juga tak sedikit. Maka berbanding lurus dengan peningkatan kasus,” jelasnya.

Itu mengapa, sambung ia, PT IWIP menjadi salah satu lokasi utama bagi pihaknya untuk melakukan advokasi HIV/AIDS maupun penyakit menular lainnya.

Ia mengaku, pihaknya bahkan telah melakukan koordinasi dengan pihak PT IWIP agar membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS. Namun, hingga saat ini, klinik perusahaan belum menyediakannya.

“Selalu advokasi ke perusahaan, tapi mereka belum siap untuk menyediakan layanan pengobatan. Padahal jika karyawan terikat dengan aturan, bisa saja karyawan yang positif bisa patuh minum obat,” ujarnya.

Baca juga: https://www.cermat.co.id/kasus-penderita-ispa-di-lingkar-tambang-halmahera-tengah-meningkat/

Terpisah, Direktur Daulat Perempuan Maluku Utara (Daur Mala), Nurdewa Safar mengatakan, dengan kondisi pertambahan penduduk, Pemerintah Daerah (Pemda) seharusnya telah memiliki kebijakan terkait pencegahan HIV/AIDS.

“Sebenarnya, sejak tambang masuk, sudah harus ada kebijakan khusus dari pemerintah setempat yang juga harus ditaati oleh penduduk yang masuk, termasuk pihak koorporasi,” katanya.

Menurutnya, selain kebijakan, strategi pencegahan perlu dilakukan dengan berbagai bentuk program. Misalnya, penguatan kapasitas kepada keluarga, pekerja perusahaan, dan masyarakat.

“Tokoh adat juga dilibatkan untuk penguatan kapasitas, misalnya tentang larangan untuk melakukan seks bebas,” ujarnya.

“Jangan sampai, angka HIV/AIDS tinggi tapi langkah pencegahan tidak dilakukan. Fatalnya, ini soal kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Untuk itu, Nurdewa meminta agar Pemda tak hanya fokus pada proses pengobatan, tetapi juga melakukan pencegahan HIV/AIDS di daerah lingkar tambang tersebut.

“Kita harus sepakat bahwa pencegahan itu lebih baik dan efektif dibandingkan pengobatan,” pungkasnya.

—–

Penulis: Sitti Muthmainnah

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

Camat Morotai Selatan Minta Aparatur Desa Fokus Layani Masyarakat

Camat Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, Sri Wahyuni, meminta seluruh aparatur pemerintah desa di…

5 jam ago

Petugas SPBU Wari Banyak Layani Pengisian BBM Pakai Jeriken, Polres Halut Diminta Bertindak

Sejumlah tukang ojek dan pengemudi bentor mengeluhkan aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU…

6 jam ago

Perumda Ake Agaale Ternate Perbaiki Mesin Pompa Air di Tobenga

Warga di Lingkungan Tobenga, tepatnya di belakang SD 55, Kelurahan Kasturian, Kota Ternate, Maluku Utara,…

11 jam ago

Pemkab Taliabu Benahi Satu Dada Indonesia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara mulai melakukan pembenahan tata kelola Satu Data Indonesia…

11 jam ago

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

1 hari ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

2 hari ago