Advetorial

Ketika Graal Berdiskusi dengan Warga Desa Yondeliu di Halmahera Tengah

Pada Desember lalu Graal Taliawo, yang juga merupakan anggota MPR-RI melakukan sosialisasi Empat Konsensus Negara Indonesia bersama warga Desa Yondeliu, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kegiatan ini dihadiri camat, kepala desa, dan warga.

Dr. Graal memulai pemaparan secara interaktif dengan warga. Ia bertanya guna menggali wawasan kebangsaan mereka. “Indonesia memiliki empat konsensus dalam bernegara. Ada yang tahu apa saja?,” tanya Dr. Graal. Beberapa warga menjawab dengan lantang, “Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.”

Laki-laki kelahiran Wayaua, Bacan, Halmahera Selatan, ini kemudian diskusi mengenai makna dari setiap konsensus. Ia juga menjelaskan secara spesifik mengenai Hak Asasi Manusia mengacu pada Pasal 28 UUD 1945.

“Hak asasi melekat pada setiap manusia tanpa terkecuali. Di mana ada hak warga negara, bersamaan dengan itu ada kewajiban negara untuk menyediakannya,” ujarnya.

Pada sesi tanya jawab, ada warga bertanya, “Apa beda antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif? Kitong tara tahu dan gelap. Biasanya kalau kampanye Pemilu dong calon legislatif me jadi eksekutif bilang bisa bikin ini dan itu.”

Dr. Graal kemudian menjelaskan tugas dan fungsi setiap lembaga kekuasaan tersebut beserta contohnya. “Eksekutif (Presiden, Gubernur, Bupati) bertugas mengeksekusi kebijakan atau program guna menyelesaikan masalah publik di Indonesia.

Mereka memiliki anggaran dan perangkat untuk melakukan itu. Legislatif (DPR, DPD, DPRD) bertugas mengawasi kinerja Eksekutif tersebut. Apakah anggaran digunakan untuk menjawab masalah publik? Bagaimana dengan kebijakan dan program yang mereka lakukan? Jika ada koreksi, kita sampaikan ke Eksekutif untuk lakukan evaluasi dan perbaikan.”

Pada pengujung kegiatan, kepala desa menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas kegiatan ini. “Terima kasih atas kehadiran dan kunjungan Pak Graal di Desa Yondeliu,” ucap kepala desa. Kegiatan ini begitu mereka sambut baik karena positif untuk menambah pengetahuan warga. Para warga menanggapi dengan hal serupa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk mengingat kembali pengetahuan tentang makna bangsa dan negara Indonesia lebih mendalam,” kata seorang warga.

Selaras dengan itu, pegiat politik gagasan ini juga berharap kegiatan sosialisasi seperti ini bisa turut berperan menumbuhkembangkan rasa kebangsaan Indonesia kita.

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

7 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

7 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

9 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

10 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

10 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

13 jam ago