Pelaksaan malam apresiasi sayembara puisi bahasa Ternate. Foto: Istimewa/cermat
Malam Apresiasi Sayembara Puisi Bahasa Ternate 2025 bertema Demo se Rasai: Cahaya dari Tanah Rempah sukses dihelat pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini dinilai menjadi ruang perayaan bahasa, sastra, dan kebudayaan Ternate.
Fauziah Rasid, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara, dalam kesempatan itu, menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan merawat bahasa daerah.
“Jadi memang perlu ada keberlanjutan, terutama setelah Bahasa Ternate resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2025,” ujarnya.
Sementara sambutan sekaligus pertanggungjawaban dewan juri disampaikan oleh Zainuddin M. Arie dan Rafli Marwan, yang memaparkan proses penilaian serta dinamika karya peserta Sayembara Puisi Bahasa Ternate 2025.
Taufik Ayub, inisiator sayembara, menyampaikan bahwa urgensi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab kultural agar Bahasa Ternate terus hidup melalui karya sastra.
Acara yang bertempat di Kedai Kofia itu turut dimeriahkan oleh penampilan seniman lokal seperti Atadengkofia dengan musik tradisi Arababu, hingga dengan pembacaan puisi oleh para pemenang.
Malam apresiasi ditutup dengan sesi baca puisi terbuka oleh para pengunjung.
Malam Apresiasi Sayembara Puisi Bahasa Ternate 2025 menjadi momentum penting dalam merayakan bahasa ibu sebagai cahaya kebudayaan dari tanah rempah.
Oleh: Budhy Nurgianto DI sela-sela perjalanan lintas provinsi di Pulau Sulawesi dari Manado ke…
Malut United menang telak 5-2 atas Persis Solo pada pekan ke-31 BRI Super League 2025-2026…
Seorang kepala desa berinisial R di Pulau Morotai, Maluku Utara, diduga menjual mobil dinas milik…
Warga Desa Anggai, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, mendesak pihak kepolisian mengusut dugaan pencemaran…
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pulau Morotai, Maluku Utara, menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat…
Pertandingan antara Malut United dan Persis Solo pada pekan ke-31 BRI Super League 2025–2026 terpaksa…