Dalam budaya Tionghoa, angka sering kali diasosiasikan dengan makna simbolis yang kuat, baik membawa keberuntungan maupun kesialan. Salah satu angka yang paling menarik perhatian adalah angka 4. Angka ini dianggap membawa kesialan dalam budaya Tionghoa karena kesamaan pelafalannya dengan kata “kematian.”
Hubungan Angka 4 dengan Kematian
Angka 4 dalam bahasa Mandarin diucapkan “sì” (四), yang terdengar mirip dengan kata “sǐ” (死), yang berarti mati. Karena kemiripan bunyi inilah, banyak orang Tionghoa menghindari penggunaan angka ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, nomor rumah, nomor lantai, hingga nomor ponsel yang mengandung angka 4 sering kali dihindari, terutama dalam situasi penting seperti pernikahan, pembukaan bisnis baru, atau konstruksi bangunan.
Pengaruh dalam Kehidupan Sehari-hari
Alternatif Angka Keberuntungan
Sebagai lawan dari angka 4, banyak orang Tionghoa lebih memilih angka 8. Angka 8 dalam bahasa Mandarin diucapkan “bā” (八), yang mirip dengan “fā” (发) yang berarti kemakmuran atau kekayaan. Angka ini dianggap membawa keberuntungan dan kesejahteraan. Maka tidak mengherankan jika angka 8 sangat populer, terutama dalam urusan bisnis dan investasi.
Pengaruh Kepercayaan Modern
Meskipun kepercayaan tentang angka 4 masih kuat, generasi muda di beberapa daerah mulai melihatnya sebagai takhayul semata, dan lebih rasional dalam menyikapi angka ini. Namun, secara umum, kepercayaan ini masih dipegang erat dalam masyarakat Tionghoa tradisional, terutama ketika menyangkut hal-hal yang dianggap memiliki dampak besar pada kehidupan dan nasib.
Kesimpulan
Angka 4 dalam budaya Tionghoa membawa konotasi negatif karena kemiripan bunyinya dengan kata “kematian.” Hal ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat Tionghoa, mulai dari bangunan, pemilihan nomor telepon, hingga acara penting seperti pernikahan. Meskipun ada perubahan pandangan di kalangan generasi muda, kepercayaan tentang angka ini masih tetap menjadi bagian penting dari budaya Tionghoa tradisional.
Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…
Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…
Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pulau Morotai meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah melakukan…
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan apresiasinya terhadap peran media dalam momentum Hari Pers…