Feature

Mengenal Salahakan Rubohongi dari Ternate

Sultan Baabullah dikenal dengan kekuasaannya yang luas. Hanya saja banyak yang belum mengenal orang-orang di balik keberhasilan sang sultan. Salah satunya, Salahakan Rubohongi, tentara Baabullah, sang penakluk dari Ternate. 

Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, sekira pada 1570-1583, wilayah kekuasaan Ternate membentang dari Mindanao di utara, Bima di selatan, Makassar di Barat hingga Banda di timur. Sultan Baabullah dalam beberapa catatan sejarah dituliskan sebagai “penguasa 72 pulau”. 

Irfan Ahmad, salah satu dosen sejarah Universitas Khairun, dalam sebuah sesi diskusi mengenai Sultan Baabullah, mengatakan, sang sultan yang berhasil mengusir Portugis dari Ternate itu sebenarnya tidak hanya menguasai 72 pulau saja, melainkan mencapai 100 pulau.

Keberhasilan sang sultan tentu tidak lepas dari kehebatan sejumlah panglima maupun komandan tentaranya. Beberapa nama yang sering muncul dalam catatan sejarah seperti Kapita Laut Kapalaya dan Salahakan Rubohongi. Salahakan sendiri bisa dimaknai sebagai Gubernur.

Kapita Laut Kapalaya sering disebut-sebut sebagai penakluk pantai timur Sulawesi, khususnya Buton. Sementara Rubohongi, disebut penakluk Maluku Tengah dan kawasan Teluk Tomini. M Adnan Amal, dalam bukunya Kepulauan Rempah-rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950, juga menulis tentang sosok pemberani ini. 

Rubohongi dituliskan berasal dari klan Tomagola. Sekadar diketahui, pada masa awal perkembangan ekspansi Ternate, disebutkan bahwa keluarga Fala Raha, yang terdiri dari klan Tomaito, Tomagola, Limatahu, dan Marsaoli, merupakan para pelaksana ekspansi Ternate. 

Sang penakluk ini mempunyai saudara bernama Saptiron. Ayah mereka juga seorang pemuka di klan Tomagola. Samarau, namanya. Sebelumnya, silsilah Rubohongi sendiri dimulai sekira pada akhir abad ke-16. 

Saat itu, klan atau keluarga Tomagola mulai memperluas ekspansinya ke wilayah Buru. Di bawah pimpinan Kibuba, klan ini mulai menduduki Seram lalu ke kepulauan Ambon. Kibuba menikah dengan putri Ternate, Baifta Broly. Ayah dari Baifta sendiri bermukim di Makian. 

Perkawinan Kibuba dengan Baifta dikarunai tiga orang anak, yakni Dudu, Molicanga dan Samarau. Ketika Kibuba meninggal, kepemimpinan klan dilanjutkan oleh Dudu. Hanya saja, klan ini selanjutnya berada di bawah dua sub-klan, setelah wafatnya Dudu.

Dua sub-klan ini, masing-masing dipimpin oleh Samarau dan Molicanga. Di dalam buku M Adnan Amal, dituliskan, dari kedua pimpinan sub-klan itu, Samarau adalah sosok yang paling menonjol, sehingga ia diutus pihak kesultanan dan dipercayakan menjadi salahakan di Ambon.

Di antara dua putra Samarau, Rubohongi yang kemudian paling dipercaya Baabullah. Ketika Baabullah diangkat sebagai Sultan Ternate, Rubohongi lalu dikirim ke Ambon, sekiranya pada 1570, menggantikan ayahnya yang sudah usia senja. 

Saat menjadi salahakan inilah, Rubohongi berhasil menaklukan Maluku Tengah dan kawasan Teluk Tomini di Sulawesi Tengah. Kawasan-kawasan ini kemudian ia persembahkan kepada Sultan Baabullah.   

Darah pemberani sang penakluk ini diteruskan oleh keturunannya. Para salahakan dari turunan klan Tomagola ini pula yang membuat kesultanan Ternate mulai mendominasi beberapa wilayah, seperti kepulauan Amboina, termasuk Buru, Ambalau, Manipa, Kelang, Buano, Seram, Seram Laut, Nusalaut, Honima (Saparua), Oma (Haruku), dan Ambon.

Kendati memiliki riwayat penaklukan yang besar, sang pemberani dari Ternate ini, nyaris kurang dikenal. Padahal, kekuatan Ternate di bawah kekuasaan Sultan Baabullah, hampir tak bisa lepas dari kemampuan membangun ekspansi yang dimiliki oleh Rubohongi dan penerusnya.

redaksi

Recent Posts

BPS: Penduduk Miskin di Maluku Utara Bertambah Jadi 77,85 Ribu Jiwa

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Provinsi Maluku Utara pada Maret 2026…

7 jam ago

Aplikasi ‘Teras Pendidikan’ Disiapkan untuk Pantau Kinerja Guru di Taliabu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, dalam waktu dekat akan meluncurkan aplikasi Teras Pendidikan…

21 jam ago

Disdik Taliabu Gagas Hari Belajar Guru, Bahasa Daerah hingga Kesenian Masuk Kurikulum

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mulai menyiapkan program Hari Belajar Guru sebagai…

21 jam ago

Harga BBM Turun Mulai Agustus, Warga Taliabu Harap Pertamax Lebih Murah Lagi

PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai Agustus…

21 jam ago

Status 3T Dicabut, Disdik Taliabu Pastikan Program Afirmasi Tetap Berjalan

Pencabutan status daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai tidak…

21 jam ago

Menanam di Pekarangan, Menjaga Inflasi Maluku Utara

Masyarakat Maluku Utara diajak memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan serta…

1 hari ago